Pileg 2019

Tak Masukan OSO di DCT, Suyanto akan Duduki KPU

Bukan diragukan, ini sudah tidak ada legitimasinya lagi, kalau dia tetap melaksanakan dan pada Pak OSO,

Tak Masukan OSO di DCT, Suyanto akan Duduki KPU
TRIBUN/ISTIMEWA
Ketua DPD Partai Hanura Kalbar Suyanto Tanjung 

Tak Masukan OSO di DCT, Suyanto akan Duduki KPU

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPD Hanura Kalbar, Suyanto Tanjung menilai putusan KPU tidak memasukan OSO dalam DCT DPD RI akan mengacaukan pemilu 2019 lantaran tidak mengikuti putusan hukum.

"Saya melihatnya bahwa KPU ini akan mengacaukan situasi pemilu serentak di 2019, dan KPU mesti berhati-hati karena nanti akan digugat hasil pemilunya karena secara hukum, proses hukum, Pak OSO sudah menjalaninya dengan baik dan benar," kata Suyanto Tanjung, Rabu (23/01/2019) saat dihubungi Tribun Pontianak.

"Jadi KPU kalau berkukuh seperti itu, bersikukuh mempertahankan keinginan pribadinya dia, inikan keinginan pribadi komisioner KPU, karena ada putusan hukum, kalau putusan hukum tidak dijalankan, berartikan berbahaya. Ini yang wajib diketahui KPU," lanjut Suyanto.

Lebih lanjut, anggota DPRD Kalbar ini pun mengungkapkan, tentunya legitimasi KPU dipertanyakan dalam pemilu serta cacat hukum.

"Bukan diragukan, ini sudah tidak ada legitimasinya lagi, kalau dia tetap melaksanakan dan pada Pak OSO, karena putusan hukum mrngharuskan Pak OSO dimasukan kembali, kalau tidak masukan Pak OSO dia melanggar hukum, putusan KPU apapun hasilnya dipertanyakan, cacat hukumlah kata lainnya," tuturnya.

"Artinya kita tetap jika KPU bersikukuh seperti itu, kita juga bersikukuh bahwa kami ini ngotot bahwa ada putusan hukum yang terbaru, malah dari PTUN jelas meminta KPU memasukan kembali, menerima, artinya dari PTUN sudah jelas putusannya, MA, Bawaslu. Pertanyaan kita KPU ini mau pakai hukum berlaku dimana, kalau ngotot pada putusan MK, putusan MKkan tidak menyatakan putusan diberlakukan kapan, yang sejauh pemahaman kita bersama putusan MK adalah tidak berlaku surut," papar Suyanto Tanjung.

Selain itu, Suyanto menerangkan jika pihaknya akan tetap konsisten mendukung walau tidak menerima arahan OSO untuk tetap menduduki KPU.

"Ndak ada arahan dari beliau (OSO,red), artinya kami sebagai kader sudah sangat paham apa yang terjadi, dan kami akan tetap menduduki kantor KPU pada saat moment yang tepat, akan tetap kita duduki kantor KPU Kalbar. Artinya kami mohon minta pada KPU patuh dengan aturan main yang ada di Republik ini, jadilah warga negara yang patuh hukum," tutup Suyanto Tanjung.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved