Pemkab Sintang Butuh Waktu 7 Tahun Bebaskan Lahan Rencana Markas Skadron Helikopter AD

Bupati Sintang Jarot Winarno berserta Pejabat Pemerintah Kabupaten Sintang menerima kunjungan rombongan Pusat Penerbangan Angkatan Darat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Bupati Sintang Jarot Winarno berserta Pejabat Pemerintah Kabupaten Sintang menerima kunjungan rombongan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Markas Besar (Mabes) TNI di Ruang Tamu Pendopo Bupati Sintang, Rabu (23/1/2019) siang. 

Pemkab Sintang Butuh Waktu 7 Tahun Bebaskan Lahan Rencana Markas Skadron Helikopter AD

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno berserta Pejabat Pemerintah Kabupaten Sintang menerima kunjungan rombongan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Markas Besar (Mabes) TNI di Ruang Tamu Pendopo Bupati Sintang, Rabu (23/1/2019) siang.

Hadir Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward, Kadis Perhubungan Agustinus Hatta, Kepala Bappeda Kartiyus, Asisten Pemerintahan Abdul Syufriadi, Asisten Administrasi Umum Marchues Afen, Kadis Pertanahan dan Tata Ruang Elisa Gultom, dan Asisten Ekbang Henri Harahap.

Rombongan dari Puspenerbad yang dipimpin langsung Wakil Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat Brigjen TNI Eko Susetyo didampingi Danrem 121 ABW Brigjen TNI Bambang Trisnohadi, Dandim 1205 Sintang, dan pejabat Puspenerbad dan pejabat Korem.

Baca: Bincang Bersama Itha Saleem Bertema 1.111 Wirausaha Baru akan Lahir di Kalimantan Barat

Baca: Jelang Imlek Harga 3 Komoditas Sembako Naik, Ayam Potong Rp 45 Ribu Per Kilo

Baca: Link LIVE STREAM Indonesia Masters, Tunggal Putri Indonesia Vs India & Ganda Putra Alvian/Ardian

Adapun tujuan kedatangan rombongan Puspenerbad Mabes TNI ini untuk melakukan peninjauan lahan lokasi pembangunan Markas Skadron Helikopter Angkatan Darat di Kompleks Bandara Tebelian, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Bupati Sintang, Jarot Winarno memaparkan bahwa pada saat Komandan Korem (Danrem) 121/ABW dijabat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Widodo Iryansyah memang sudah disampaikan terkait dengan rencana hibah tanah 10 hektar di Kompleks Bandara Tebelian.

"Beliau saat itu minta siapkan tanah yang sudah clear. Kami sudah siapkan tanah tersebut, namun tidak jadi dilaksanakan. Soal pembangunan Markas Skadron Helikopter Angkatan Darat di Sintang kami tawarkan lokasi di zona tiga yakni di Simpang Pandan yakni 35 hektar," ujar Jarot.

Jarot menambahkan bahwa akses menuju lokasi tersebut melalui Simpang Pandan dan lokasi tanah persis berada di pinggir jalan. Namun memang sudah ada beberapa rumah warga yang sudah berdiri. Untuk jalan akses menuju lokasi tinggal ditingkatkan lagi.

Bupati Sintang menyampaikan bahwa untuk membebaskan lahan 35 hektar, Pemkab Sintang memerlukan waktu 7 tahun karena sesuai Perpres Nomor 148 Tahun 2015, maka Pemda hanya boleh membebaskan lahan paling maksimal 5 hektar setahun.

“Maka akan bisa lebih cepat kalau ada koordinasi antara Kodam XII/Tanjungpura dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Tahun 2019 ini yang 5 hektar siap kami bebaskan," jelas Bupati Sintang Jarot Winarno kepada Wadan Puspenerbad Brigjen TNI Eko Susetyo.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved