Abu Bakar Ba'asyir Batal Bebas: Ini Alasan Pemerintah Batalkan Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir

Abu Bakar Ba'asyir Batal Bebas: Ini Alasan Pemerintah Batalkan Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir

Tribunnews.com
Abu Bakar Ba'asyir Batal Bebas: Ini Alasan Pemerintah Batalkan Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir 

Abu Bakar Ba'asyir Batal Bebas: Ini Alasan Pemerintah Batalkan Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah membatalkan rencana membebaskan Abu Bakar Ba'asyir.

Batalnya pemerintah membebaskan Abu Bakar Ba'asyir disampaikan Kepala Staf Presiden, Moeldoko.

Moeldoko menyampaikan alasan-alasan pemerintah membatalkan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir.

Moeldoko mengungkapkan bahwa sebenarnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik permohonan Abu Bakar Ba'asyir bebas atas dasar kemanusiaan.

Baca: Pengakuan Vanessa Angel Pasca Terlibat Kasus Prostitusi, Enggan Ketemu Orang Hingga Ingin Menikah!

Baca: ILC TVOne: Fadli Zon Nilai Jokowi Norak di Debat Pilpres Pertama, Karni Ilyas: Tak Serang Balik?

Baca: Pria Yang Booking Sebenarnya Hanya Minta Temani Dinner, Vanessa Angel Menolak dan Pilih Ngamar!

Baca: VIDEO Detik-Detik Calon Penumpang WingsAir Ngamuk dan Bawa Senjata Tajam di Bandara Ketapang

Baca: Hasil Piala Asia 2019 - Korea Selatan Lolos Perempat Final Usai Menang Dramatis Lawan Kirgiztan

"Dari sisi kemanusiaan, Presiden sangat memperhatikannya dengan sungguh-sungguh," kata Moeldoko seperti dilansir Tribun Wow.

"Namun, ya, presiden juga memperhatikan prinsip-prinsip bernegara yang tidak dapat dikurangi dan tidak dapat dinegosiasikan," ujar Moeldoko.

Meski kini batal dibebaskan, Moeldoko menjamin fasilitas kesehatan untuk Abu Bakar Ba'asyir tidak akan berubah.

"Akses Ba'asyir ke fasilitas kesehatan enggak berubah. Itu standard. Bahkan akan kita lebihkan, ya, apabila membutuhkan. Itu untuk urusan kesehatan, kemanusiaan, enggak bisa dikurangi," kata Moeldoko.

Moeldoko menegaskan, persyaratan tidak boleh dinegosiasikan. Harus dilaksanakan.

Halaman
1234
Editor: Nasaruddin
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved