Pemilu 2019

Putusan KPU Pada OSO di Sebut Presnas JaDI Cerminan Pengelolaan Pemilu Belum Baik

Presnas JaDI, Juri Ardiantoro menilai respon KPU pada OSO merupakan cerminan Pemilu di Indonesia yang belum sepenuhnya baik

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Presnas JaDI, Juri Ardiantoro 

Putusan KPU Pada OSO di Sebut Presnas JaDI Cerminan Pengelolaan Pemilu Belum Baik

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presnas JaDI, Juri Ardiantoro menilai respon KPU pada OSO merupakan cerminan Pemilu di Indonesia yang belum sepenuhnya baik.

"Keputusan tentang OSO atau respon KPU menyangkut OSO itu juga salah satu cerminan bahwa pengelolaan pemilu kita masih belum sepenuhnya baik," kata Juri, Selasa (22/01/2019) di Pontianak usai menghadiri Deklarasi JaDI Kalbar.

"Ini bukan hanya menyangkut KPU, tetapi juga menyangkut Bawaslu, menyangkut peradilan yang menangani masalah pemilu," tuturnya.

Baca: Melihat Seorang Pelajar Berjalan Kaki Menuju Sekolah, Polisi di Belitang Lakukan Hal ini

Baca: Bupati Citra dan Kajari Ketapang Teken MoU

Baca: Ini Prakiraan BMKG Supadio Pontianak Untuk Cuaca di Kalbar 3 Hari Kedepan

Ia pun menerangkan, dengan kasus yang sama namun putusan peradilan berbeda tentu menjadi PR Bersama.

"Jadi, bagaimana mungkin kita dihadapkan pada suatu masalah pelik terhadap perkara yang sama, terhadap putusan-putusan lembaga peradilan yang berbeda, putusan MK, putusan PTUN, putusan Bawaslu, tiga-tiganya adalah lembaga peradilan terhadap perkara yang sama, tapi begitu mau dieksekusi membuat kebingungan banyak pihak, nah ini salah satu PR kita," bebernya.

Juri pun mendorong, agar KPU sebagai penyelenggara pemilu taat pada putusan peradilan agar membangun kepastian hukum.

"Nah tetapi pesan saya sebagai orang yang pernah lama bekerja di KPU, semua yang bekerja di KPU mestinya taat pada putusan peradilan untuk membangun kepastian hukumnya, sehingga ketika ada kritik dan protes dikembalikan pada putusan pengadilan yang ada," katanya.

Menanggapi OSO yang tidak akan mundur dari Ketum Hanura, Juri pun menuturkan wajib ditunggu putusan dari KPU, mengingat hari ini merupakan deadline OSO menyerahkan surat penguduran diri agar bisa masuk dalam DCT DPD RI.

"Ini bagaimana caranya Pak OSO sebagai pihak yang mencari keadilan juga diberikan ruang seluas-luasnya, dan KPU sebagai penyelenggara pemilu diberikan ruang untuk menunjukan keadilannya, ya kita cari equilibrium nanti dimana, kita tunggu saja," tutupnya. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved