Cap Go Meh

Moment Cap Go Meh Dinilai Pas Untuk Sosialisasikan Pentingnya Gunakan Hak Pilih

Satu diantara lembaga pemantau pemilu tersertifikasi, HMI berharap moment Cap Go Meh tidak dijadikan untuk mencari panggung politik oleh para peserta

Moment Cap Go Meh Dinilai Pas Untuk Sosialisasikan Pentingnya Gunakan Hak Pilih
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DAVID NURFIANTO
Ketua Badko HMI Kalbar Fikri Akhil Noor (Kemeja Biru) bersama kader HMI Cabang Pontianak 

Moment Cap Go Meh Dinilai Pas Untuk Sosialisasikan Pentingnya Gunakan Hak Pilih

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara lembaga pemantau pemilu tersertifikasi, HMI berharap moment Cap Go Meh tidak dijadikan untuk mencari panggung politik oleh para peserta pemilu.

Namun disisi lain, diharapkan pula moment Cap Go Meh agar menjadi wadah penyelenggara pemilu untuk pentingnya menggunakan hak pilih.

"Cap Go Meh merupakan acara kebudayaan Tiong Hoa, tentu jika dikaitkan dengan situasi politik hari ini memang seharusnya pagelaran kebudayaan ini netral dari kepentingan peserta pemilu," kata Ketua Badko HMI Kalbar, Fikri H Nur, Selasa (22/01/2019).

"Disisi lain ajang pagelaran ini juga dapat dijadikan ajang untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Tiong Hoa untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi dalam arti benar-benar menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi yang akan dilaksanakan kedepan," jelasnya.

Baca: Momen Cap Go Meh Dinilai Pas untuk Sosialisasikan Pentingnya Gunakan Hak Pilih

Baca: Teken MoU dengan Pemkab Kayong Utara, Ini Kata Kajari Ketapang

Baca: 8 Rumah di Segedong Hangus Terbakar, Berikut Keterangan Saksi

Menurut Fikri, Cap Go Meh memang pagelaran untuk orang Tiong Hoa, namun di Kalbar sendiri pagelaran budaya adalah pagelaran masyarakat kalbar lintas agama.

Artinya yang bukan orang Tiong Hoa juga menikmati adanya pagelaran ini, dan mestinya dapat menjadi moment juga untuk penyelenggara melakukan sosialisasi.

"Terlepas masalah keyakinan sebagai umat beragama, namun pagelaran ini mempunyai dampak positif terhadap situasi politik kedepan," katanya.

"Tentu harapan kita lewat pagelaran cap go meh ini adalah kesempatan untuk meningkatkan partisipatif masyarakat Kalbar untuk menggunakan haknya," tuturnya.

Karena merupakan kegiatan sakral yang didalamnya merupakan acara kebudayaan keagamaan tionghoa, ia menekankan agar dalam hal ini peserta pemilu harus menghormati acara sakral kebudayaan ini.

"Salah satu wujud menghormati ini adalah bagaimana peserta tidak menjadikan acara sakral ini untuk mencari panggung politik," tutupnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved