Pileg 2019

Momen Cap Go Meh Dinilai Pas untuk Sosialisasikan Pentingnya Gunakan Hak Pilih

Salah satu wujud menghormati ini adalah bagaimana peserta tidak menjadikan acara sakral ini untuk mencari panggung politik

Momen Cap Go Meh Dinilai Pas untuk Sosialisasikan Pentingnya Gunakan Hak Pilih
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Fiqri Haqil Nur, BADKO HMI Kalimantan Barat 

Momen Cap Go Meh Dinilai Pas untuk Sosialisasikan Pentingnya Gunakan Hak Pilih

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara lembaga pemantau pemilu tersertifikasi, HMI berharap moment Cap Go Meh tidak dijadikan untuk mencari panggung politik oleh para peserta pemilu.

Namun disisi lain, diharapkan pula moment Cap Go Meh agar menjadi wadah penyelenggara pemilu untuk pentingnya menggunakan hak pilih.

"Cap Go Meh merupakan acara kebudayaan Tiong Hoa, tentu jika dikaitkan dengan situasi politik hari ini memang seharusnya pagelaran kebudayaan ini netral dari kepentingan peserta pemilu," kata Ketua Badko HMI Kalbar, Fikri H Nur, Selasa (22/01/2019).

Baca: 8 Rumah di Segedong Hangus Terbakar, Berikut Keterangan Saksi

Baca: BREAKING NEWS: Diduga Terjadi Kerasukan Massal di SDN 9 Pontianak, Orangtua Murid Cemas

"Disisi lain ajang pagelaran ini juga dapat dijadikan ajang untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat Tiong Hoa untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi dalam arti benar-benar menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi yang akan dilaksanakan kedepan," jelasnya.

Menurut Fikri, Cap Go Meh memang pagelaran untuk orang Tiong Hoa, namun di Kalbar sendiri pagelaran budaya adalah pagelaran masyarakat kalbar lintas agama.

Artinya yang bukan orang Tiong Hoa juga menikmati adanya pagelaran ini, dan mestinya dapat menjadi moment juga untuk penyelenggara melakukan sosialisasi.

"Terlepas masalah keyakinan sebagai umat beragama, namun pagelaran ini mempunyai dampak positif terhadap situasi politik kedepan," kata  Fikri H Nur.

Baca: Alami Kelumpuhan Sejak Kecil, Santi Hanya Bisa Berbari di Kasus Selama 20 Tahun

"Tentu harapan kita lewat pagelaran cap go meh ini adalah kesempatan untuk meningkatkan partisipatif masyarakat Kalbar untuk menggunakan haknya," tutur Fikri H Nur

Karena merupakan kegiatan sakral yang didalamnya merupakan acara kebudayaan keagamaan tionghoa, ia menekankan agar dalam hal ini peserta pemilu harus menghormati acara sakral kebudayaan ini. 

"Salah satu wujud menghormati ini adalah bagaimana peserta tidak menjadikan acara sakral ini untuk mencari panggung politik," tutup Fikri H Nur

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved