Penutupan Rute Pontianak Sintang dan Ketapang, Pengamat Jelaskan Alasannya

Dr. Wenny Pebrianti, SE, M.Sc menjelaskan terkait mengapa penyebab pihak Maskapai Garuda menutup rute tersebut.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wenny 

Penutupan Rute Pontianak Sintang dan Ketapang, Pengamat Jelaskan Alasannya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perihal pihak Maskapai Garuda yang akan menutup rute domestik daerah, dari Pontianak menuju Sintang atau Ketapang menjadi pertanyaan besar bagi wisatawan dan masyarakat yang akan beraktivitas.

Memecahkan perspektif ini, dosen pengamat ekonomi Manajemen Pemasaran dari Universitas Tanjungpura Dr. Wenny Pebrianti, SE, M.Sc menjelaskan terkait mengapa penyebab pihak Maskapai Garuda menutup rute tersebut.

Wenny mengatakan, adanya asumsi bahwa, harga pasar untuk rute domestik Pontianak (Sintang dan Ketapang) tidak memberikan laba ataupun keuntungan untuk perusahaan.

Baca: Perahu Kapal Tenggelam di Perairan Kapuas Hulu, Rajuliansyah Desak Utamakan Pencarian Korban

Baca: 12 Orang Hilang di Sungai, Baru Tiga Orang Ditemukan

Baca: KPU Kayong Utara Akan Lantik 55 Relawan Demokrasi Rabu Pekan Ini

"Kita sudah memperhatikan sejak tahun 2016, terkait harga batas atas rute domestik untuk kedaerah, dan ini mungkin menjadi penyebab pihak Maskapai Garuda menutup rute tersebut," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Senin (21/1/2019) pagi.

Sehingga, lanjutnya, besarnya tarikan permintaan yang tinggi tentu harus sesuai dengan biaya-biaya yang akan dikeluarkan dan mungkin pihak Maskapai Garuda harus menaikkan harga tiket pesawat kembali.

"Kalau bukan karena harga. Berarti karena faktor yg kedua, tarikan biaya produksi. Ketika semua biaya-biaya itu naik, maka harga tiket juga harus naik, dan mengevaluasi kenaikan harga pesawat apalagi di rute domestik untuk ke daerah maka pihak maskapai akan mempertimbangkan kembali," paparnya.

Wenny melanjutkan, sejauh ini kenaikan harga tiket pesawat dikarenakan semua akomoditas mengalami kenaikan. Tentu pihak maskapai mengambil sudut pandang yang panjang karena layak tidaknya kenaikan harga rute domestik tersebut, ujarnya.

Baca: Dua Pasutri Jaringan Narkoba 4 Kg Ikut Tertangkap, Begini Pengakuan Mereka di Polda Kalbar

Baca: Cari Alamat Gereja Protestan di Sanggau? Anda Bisa Datangi GKNI Antiokhia

Ia menyampaikan, tutupnya rute tersebut kemungkinan karena biaya tidak sebanding dengan benefit atau harga pasar . Seperti akomodasi dari Pontianak ke sintang dan Ketapang tidak sepotensial dari Pontianak ke Jakarta atau ke Bali dan luar daerah Kalbar, terangnya.

Sehingga, tuturnya, dengan membuka rute ini akan menambah biaya operasional perusahaan yang tidak signifikan dengan kembalinya laba. Sehingga mereka memutuskan, untuk apa mempertahankan unit yang tidak mempertahankan laba bagi perusahaan dengan tidak maksimal.

Sebagai pengamat ekonomi di bidang Manajemen Pemasaran, Wenny melihat pihak Maskapai Garuda akan lebih baik menutup rute Pontianak (Sintang dan Ketapang) demi menghemat biaya operasional akomodasi dan mengembalikan fokus mengembalikan laba perusahaan melalui rute yang lebih potensial, pungkasnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved