Penguatan IHSG Berlanjut, Waspadai Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan kemarin ditutup menguat di level 6.448 atau naik 0,38 persen.

Penguatan IHSG Berlanjut, Waspadai Profit Taking
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gerat perdagangan saham yang dipantau dari layar monitor

Penguatan IHSG Berlanjut, Waspadai Profit Taking

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan kemarin ditutup menguat di level 6.448 atau naik 0,38 persen. Dalam sepekan, IHSG telah naik 1,36 persen dengan net buy asing sepekan tercatat mencapai Rp6,39 triliun.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada memprediksi IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya pada perdagangan Senin (21/1/2019).

Baca: Penertiban Kopi Pangku dan Bintang Mas, Butuh Solusi dan Faktor Penyebabnya

Baca: Jadwal dan LIVE STREAMING Rising Star Indonesia di RCTI & Cara Vote Kontestan Idolamu

Baca: Hasil Liga Inggris Huddersfield Vs Manchester City Skor 0-3: Sempat Bingung Tentukan Pencetak Gol

"Sepanjang tidak dimanfaatkan untuk profit taking, maka IHSG masih bisa berlanjut kenaikkannya," kata Reza, Minggu (20/1/2019).

Adapun sentimen yang masih mempengaruhi laju kenaikan indeks masih seputar pergerakan nilai tukar rupiah yang diharapkan terus menguat, serta sentimen global yang kekhawatiran akan perang dagang AS dan Tiongkok telah berkurang.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto mengatakan, kenaikan IHSG karena adanya net buy asing yang terus berlanjut dan suku bunga yang tidak berubah.

"Mencerminkan kestabilan ekonomi, sehingga tingkat risiko berinvestasi di Indonesia menjadi relatif lebih rendah dan menarik investor asing," ujar William.

Sehingga masuknya dana asing dalam jumlah besar masih akan menjadi sentimen dari dalam negeri, dengan didukung proses damai dagang yang terus berlanjut, untuk mampu membuat IHSG kembali naik.

Sementara Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan memprediksi IHSG melemah. Secara teknikal candlestick IHSG membentuk doji di area resistance upper bollinger band sehingga berpotensi mengalami koreksi atau profit taking dalam jangka pendek.

"Pergerakan masih dipengaruhi sentimen global, dari dalam negeri masih minim sentimen," ungkap dia.

Reza berharap IHSG masih bisa bertahan di atas support 6.418 sehingga memungkinkan menuju resisten selanjutnya di 6.464. Lalu William memprediksi bullish pada rentang 6.400-6.550

Sedangkan Dennies memprediksi IHSG melemah pada rentang level support 6.420 dan resisten pada level 6.463.

Kepala Riset Astronacci International Anthonius Edyson memperkirakan, indeks Senin (21/1) cenderung menguat dan bakal bergerak dengan support 6.325 dan resistance 6.550.

"Sentimennya (bullish) dari sejak suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) batal naik, sehingga tidak terjadi outflow dari asing di bursa Tanah Air," kata Anthonius.

Yuk Follow Instagram Tribun Pontianak

Editor: Maskartini
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved