TRIBUN WIKI

Diakui Tingkat Nasional, Ini Sejarah Batu Berlukis di Sukadana Kayong Utara

Batu berlukis sudah tercatat sebagai situs purbakala. Ditemukan pada tahun 1874.

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN KAYONG UTARA
Situs Batu Berlukis (Rock Painting) di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. 

Diakui Tingkat Nasional, Ini Sejarah Batu Berlukis di Sukadana Kayong Utara

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Batu Berlukis (Rock Painting) di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara adalah satu di antara cagar budaya yang telah diakui secara nasional oleh Pemerintah Pusat.

Pemeliharaan cagar budaya itu kini menjadi tanggungjawab Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur.

Pemerintah juga telah menempatkan seorang Juru Pelihara (Jupel) di

Baca: Batu Bertulis di Nanga Mahap, Dulu Tempat Pemujaan Hingga Pesan Yang Kian Jadi Misteri

Baca: Batu Bertulis Akan Dijadikan Corak Batik Daerah

sana.

Jupel memiliki tugas melakukan pemeliharaan. Ia diwajibkan mengirim laporan setiap bulannya.

Lantas, seperti apa sejarah dibalik situs Batu Berlukis?

Informasi yang dihimpun Tribun dari Dinas Pendidikan Kayong Utara, Batu Berlukis merupakan satu diantara peninggalan bersejarah dari masa lampau.

Batu berlukis sudah tercatat sebagai situs purbakala. Ditemukan pada tahun 1874.

Akan tetapi, sampai saat ini belum diketahui siapa yang pertama kali menemukan situs Batu Berlukis.

Dugaan sementara, Batu Berlukis sudah ada pada zaman manusia belum mengenal tulisan.

Batu Berlukis terletak di dalam gua di kawasan perbukitan di Desa Sedahan Jaya.

Dengan berjalan kaki, lama waktu tempuh untuk sampai ke situs Batu Berlukis dari Desa Sedahan Jaya sekitar dua jam.

Belum ada jalan lain untuk sampai kesana selain melewati jalan tikus.

Pengunjung juga akan disuguhkan dengan tanjakan-tanjakan terjal.

Baca: Unik! Ternyata Kayong Utara Punya Cagar Budaya Gua Berlukis

Baca: Pemerintah Pusat Tetapkan Gua Berlukis dan Makam Tengku Akil Sebagai Situs Sejarah


Lebar batu ini sekitar 14 meter. Luas batu yang tergambar sekitar 10 m².

Adapun, lukisan yang terlihat pada batu tersebut antara lain berupa coretan dan lambang-lambang seperti huruf paku yang tidak jelas.

Hingga kini, belum banyak hal yang bisa diungkap para peneliti mengenai Batu Berlukis.

Hal itu mengingat struktur huruf atau gambarnya yang berbeda dengan penemuan-penemuan lain di Indonesia. (*)

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Marpina Sindika Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved