Jembatan Asam, Peninggalan Sejarah di Kota Sambas

Meski dulu pada saat Jepang masuk ke Sambas, mereka memiliki misi untuk menghancurkan jejak pembangunan dan peninggalan Belanda.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ M WAWAN GUNAWAN
Jembatan Asam yang menjadi salah satu objek vital bagi masyarakat Sambas. 

Jembatan Asam Salah Satu Peninggalan Sejarah di Kota Sambas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS,- Jembatan Asam atau yang lebih dikenal dengan Gerattak Asam adalah salah satu keunikan dan peninggalan sejarah di Sambas

Jembatan tersebut di bangun pada 1941, sama dengan Jembatan Batu. Dengan arsitektur gaya Belanda dan di Arsiteki oleh orang Indonesia.

Meski dulu pada saat Jepang masuk ke Sambas, mereka memiliki misi untuk menghancurkan jejak pembangunan dan peninggalan Belanda.

Baca: Kebakaran di Sambas, Petugas Damkar Duga Api Berasal Dari Korsleting

Baca: Bupati Sambas Minta Kendaraan Roda Enam Tak Lewati Jembatan Asam dan Jembatan Batu

Namun jembatan, Asam tidak di hancurkan oleh Jepang.

Karena pada saat itu 90 persen bangunan yang dibuat oleh kolonial belanda di bom dan diratakan dengan tanah.

Sementara itu, 10 persen yang tersisa adalah dua Jembatan besar yang menjadi urat nadi, bahkan objek paling vital kala itu. Dan salah satunya adalah jembatan Batu. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved