Dewan Minta Garuda Jelaskan Alasan Mendasar Jika Hentikan Rute Sintang-Pontianak

Jika benar setelah dihentikan maka akan masuk Maskapai Penerbangan Citilink, menurutnya bukan jadi persoalan.

Dewan Minta Garuda Jelaskan Alasan Mendasar Jika Hentikan Rute Sintang-Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Heri Maturida 

Dewan Minta Garuda Jelaskan Alasan Mendasar Jika Hentikan Rute Sintang-Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Heri Maturida cukup terkejut mendengar wacana Maskapai Garuda Indonesia akan menghentikan pelayanan penerbangan untuk rute Sintang (SQG)- Pontianak (PNK) pada Februari mendatang.

Dia meminta keputusan tersebut dikaji kembali karena Maskapai Penerbangan Garuda sudah menjadi Brand (Merek-Red) bagi masyarakat seluruh Indonesia.

Baca: Bupati Jarot Ingin Garuda Tetap Layani Penerbangan Sintang-Pontianak

Baca: Rute Penerbangan ke Daerah Semakin Berkurang, Berikut Tanggapan Ketua Asita Kalbar

Baca: Garuda Stop Flight Tiga Kabupaten, GI Kalbar Tunggu Keputusan Pusat

"Kalaupun dihentikan atau diganti, masyarakat tentu tidak bisa terlalu banyak berbuat, tetapi paling tidak kita mesti tahu alasan-alasan mendasar kenapa Garuda ingin menghentikan pelayanan tersebut," katanya, Selasa (15/1/2019) siang.

Jika benar setelah dihentikan maka akan masuk Maskapai Penerbangan Citilink, menurutnya bukan jadi persoalan. Namun dirinya tetap berharap Garuda menjelaskan alasan utamanya.

"Karena ini untuk kepentingan penerbangan masyarakat secara umum. Lalu kalau Citilink masuk, sebenarnya tidak salah Garuda tetap. Sehingga lebih menambah maskapai, lebih memperlancar urusan masyarakat," katanya.

Menurutnya sudah seharusnya ada penambahan maskapai penerbangan di Bandara Tebelian, bukan sebaliknya menghentikan pelayanan penerbangan. Sebab peminat untuk naik pesawat di Sintang semakin meningkat.

Heri mencontohkan bahwa saat momen jelang Natal kemarin, dirinya juga sempat kehabisan tiket pesawat. Sehingga haruslah benar-benar dipertimbangkan lagi, jika perlu ditambah lagi maskapai penerbangannya.

"Kemudian Sintang ini mau dijadikan provinsi jargonnya. Jadi Bandara Tebelian itu harusnya sudah menyiapkan maskapai sebanyak-banyaknya sesuai dengan kepentingan masyarakat yang memakai jasa penerbangan," katanya.

Apalagi menurutnya Brand Garuda Indonesia sudah sudah membuming di Indonesia. Bahkan saat ke luar negeri, Garuda menjadi Brandnya Indonesia dan keberadaannya sudah membatin di hati masyarakat Indonesia.

Meskipun untuk menikmati pelayanan penerbangan Garuda memang lebih mahal dibandingkan maskapai lainnya, menurutnya bagi sebagian masyarakat tidak jadi masalah karena sesuai dengan kepuasan yang diberikan.

"Harga tiket fluktuatif, mulai dari 400 dan pernah sampai 800. Namun ketika naik Garuda kalau delay tidak pernah lama, tetapi kalau menggunakan maskapai lain kau bisa delay berjam-jam. Kemudian ketepatan mereka terbang sangat diperhatikan seperti saat cuaca buruk mereka tidak berangkat sekali," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved