Supermoon Terjadi Mulai Malam Ini, BMKG Sampaikan Peringatan Dini: Ini Wilayah-wilayah Terdampak

Supermoon Terjadi Mulai Malam Ini, BMKG Sampaikan Peringatan Dini: Ini Wilayah-wilayah Terdampak

Supermoon Terjadi Mulai Malam Ini, BMKG Sampaikan Peringatan Dini: Ini Wilayah-wilayah Terdampak
AP PHOTO / JEFF KNOX
Pesawat terbang dengan latar belakang bulan purnama (supermoon) yang sedang mengalami proses gerhana, Minggu (27/9/2015), di Jenewa, Swiss. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Supermoon terjadi mulai malam ini, BMKG sampaikan peringatan dini: ini wilayah-wilayah terdampak.

Peristiwa langka Gerhana Bulan total berbarengan dengan Fenomena supermoon akan terjadi di sejumlah negara, Minggu (20/1/2019) malam atau Senin (21/1/2019) dinihari waktu Indonesia.

Dua fenomena alam, Gerhana Bulan total dan supermoon berpadu jadi satu ini akan dapat dilihat di Amerika Utara dan Selatan, begitu juga di lokasi-lokasi seperti Greenland, Eslandia, Irlandia, Britania Raya, Norwegia, Swedia, Portugal, dan pantai-pantai di Perancis dan Spanyol.

Dampak fenomena Supermoon juga akan terasa di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca: 8 Wilayah Kalbar Terkena Imbas Supermoon, BMKG: Waspada Fenomena Alam akan Terjadi Selama 4 Hari

Baca: Sutarmidji dan Wali Kota Tonton Liga Futsal Pro, 2 Insiden Memalukan Warnai Kekalahan Kancil BBK

Baca: Kalbar Terkena Imbas Supermoon, Astrolog Sebut Bahayanya Pengaruhi Perubahan Perilaku Manusia

Baca: Baasyir Dibebaskan, Yusril: Pertimbangkan Rasa Kemanusiaan

Baca: Ngopi Budaya, Edi Ajak Semua Masyarakat Jaga Ketentraman Pontianak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai fenomena supermoon yang disertai bulan purnama, yang terjadi mulai Sabtu (19/1/2019) malam ini hingga tiga malam ke depan.

Lewat akun resmi media sosialnya, BMKG menyatakan supermoon dapat menyebabkan kondisi pasang air laut di perairan Indonesia.

"Adanya fenomena supermoon disertai dengan bulan purnama dapat mempengaruhi kondisi pasang maksimum air laut di Indonesia," tulis BMKG di akun Instagram @infobmkg.

Pasang air laut tersebut dinilai dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat pesisir di sejumlah lokasi, yaitu pesisir utara Jakarta, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir utara Jawa Timur, dan pesisir Cilacap.

Kawasan rawan lainnya yaitu pesisir Tanjung Benoa-Bali, pesisir Kalimantan Barat, dan pesisir Makassar.

"Hal ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, serta kegiatan bongkar-muat di pelabuhan," tulis BMKG.

Halaman
1234
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved