Polisi Amankan Sales Gelapkan Uang Penjualan Kopi, Kasat Reskrim Beberkan Kronologinya

Anggota Satreskrim Polresta Pontianak berhasil mengamankan satu orang pria yang diduga kuat pelaku tindak pidana

Polisi Amankan Sales Gelapkan Uang Penjualan Kopi, Kasat Reskrim Beberkan Kronologinya
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
HS saat diamankan Unit Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak 

Polisi Amankan Sales Gelapkan Uang Penjualan Kopi, Kasat Reskrim Beberkan Kronologinya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Satreskrim Polresta Pontianak berhasil mengamankan satu orang pria yang diduga kuat pelaku tindak pidana pengelapan dalam jabatan.

Pria tersebut‎ yakni HS (23) warga Jl Tanjungpura Pontianak Selatan yang kini telah di tetapkan sebagai tersangka dalam Berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP / 103 / I / RES.1.11 / 2019 / KALBAR / RESTA PTK KOTA. Pada tanggal 14 Januari 2018.

‎HS ini merupakan seorang karyawan di PD Hie Tan sebagai Sales untuk penjualan Kopi cap 2 Obor untuk kawasan kabupaten Sanggau hingga Kapuas Hulu.

Baca: Jangan Kaget Kalau Nanti Peserta BPJS Kesehatan Tak Lagi 100 Persen Gratis saat Berobat

Baca: Konser BLACKPINK Tak Disiarkan LIVE di TV! Para BLINK Serbu Akun Instagram Ini

Baca: Kalau Mau Gabung PDIP, Ahok Dipersilakan Mengajukannya Secara Tertulis

Namun berdasarkan laporan‎ dari PD Hie Tan, HS tak menyetorkan ke perusahaan hasil penjualannya sebesar Rp 182.705.000, hingga saat hal ini dilaporkan ke aparat kepolisian.

HS tidak menyerahkan uang hasil ‎penjualan Kopi cap 2 Obor dari bulan Februari 2018 sampai bulan Oktober 2018.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol M Husni Ramli menuturkan HS diamankan di kediamannya yang di Jl Tanjungpura gang Aden Pontianak Selatan,

"Saat ditangkap oleh anggota unit Jatanras kemarin malam sekitar pukul 20.00 WIB, HS tak melakukan perlawanan dan ia mengakui perbuatannya, dan langsung dibawa ke Mapolresta Pontianak,"kata Husni pada Sabtu (19/1)

Selain itu ‎HS mengakui kalau dirinya telah menagih dan mengambil uang hasil penjualan Kopi ketoko toko yang berada di daerah Entikong, Balai Karangan, Semitau, Badau, Rawa, Sekadau, Sintang, Nagamau Naaga Tikam, Temanyuk, Jongkong, Tepuai selanjutnya tidak diserahkan kepada Korban sebagaimana mestinya.

Dan HS juga mengakui kalau dirinya menggunakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari hari Istri dan anaknya, dan bahkan sempat di gunakan untuk membuka usaha namun gagal.

"Untuk saat ini HS akan terancam dengan pasal 374 KUHP terkait dugaan kuat ia sebagai tersangka pelaku penipuan atau penggelapan, namun saat ini ia masih di lakukan pemeriksaan lebih lanjut, namun sudah di amankan di Mapolresta Pontianak,"pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved