Pertamina Desak BPH Migas Tertibkan Pertamini Ilegal

Menjamurnya penjual bensin eceran menggunakan mesin pompa dengan mengatasnamakan pertamini membuat resah PT Pertamina.

Pertamina Desak BPH Migas Tertibkan Pertamini Ilegal
KOMPAS.COM
Kios Pertamini melayani pembelian BBM jenis Pertamax. 

Pertamina Desak BPH Migas Tertibkan Pertamini Ilegal

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menjamurnya penjual bensin eceran menggunakan mesin pompa dengan mengatasnamakan pertamini membuat resah PT Pertamina. PT Pertamina (Persero) dengan tegas menyatakan penjualan bensin eceran yang tersebar luas di masyarakat saat ini ilegal.

PT Pertamina menilai penjualan bensin eceran menggunakan mesin pompa tersebut harus ditertibkan demi menjadikan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di seluruh Indonesia.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina telah melaporkan hal tersebut ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) untuk melakukan penertiban.

“Pertamini yang banyak dibuat oleh masyarakat itu adalah ilegal. Kami sudah melaporkan kepada BPH Migas untuk melakukan penertiban, karena harganya mahal dijual di pasaran dan tidak sesuai standar kemurniannya,” kata Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati dalam seminar energi yang digelar Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) di gedung Phinisi Makassar, Jumat (18/1/2019).

Baca: Tangkapan 4500 Ekor Arwana yang Diselundupkan Melalui Entikong akan Dilepas di Papua

Baca: Garuda Stop Flight Tiga Kabupaten, GI Kalbar Tunggu Keputusan Pusat

Baca: TERPOPULER - Dari Pemkab Pecat 11 PNS, FINAL Dini Piala Asia, Hingga V BTS Dimarahi Fans

Menurut Nicke, banyaknya pertamini yang menjual BBM mahal tentunya bertentangan dengan program pemerintah tentang BBM satu harga. Namun Nicke juga tidak menampik tentang banyak juga warga pedesaan yang membeli BBM di pertamini, karena Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terbatas dan jaraknya jauh.

“Tapi kasihan juga masyarakat jauh-jauh membeli BBM dari tempat tinggalnya ke SPBU yang terbatas berada di pedesaan. Namun kita akan perlahan-lahan mengatasi masalah tersebut bersama BPH Migas,” tandasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Nicke sedang menjalankan program Pertashop. Nantinya Pertashop ini akan tersebar di 7.300 desa di seluruh Indonesia dan ditargetkan rampung pada 2020.

Selain menjual semua jenis BBM seperti di SPBU, nantinya Pertashop juga akan menjual gas LPG sesuai kebutuhan masyarakat.

“Ini juga masalah gas LPG, banyak masalahnya karena tidak tepat sasaran. Seperti LPG subsidi 3 Kg, masih banyak orang kaya dan pengusaha yang menggunakannya. Pertamina dan Kementerian BUMN sedang menggagas sistem penyaluran LPG subsidi dengan menggunakan kartu masyarakat miskin. Agar tidak disalah gunakan ini LPG subsidi,” tuturnya.

Jangkau Masyarakat yang Jauh dari SPBU, Pertamina Buat Pertashop

Melansir Kompas.com PT Pertamina (Persero) membuat Pertashop untuk memudahkan distribusi Pertalite ke masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari SPBU. Plt Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, masyarakat di beberapa wilayah yang jauh dari SPBU justru kerap menghabiskan beberapa liter BBM hanya untuk pergi ke SPBU terdekat.

"Jadi untuk beli bensin saja itu pulang pergi ada warga yang habis 1 liter. Artinya kan kalau tangki motor 4 liter, itu 25 persennya kan habis hanya untuk beli bensin saja," terang Nicke, Minggu (3/6/2018). Untuk harganya, Nicke memastikan tidak akan berbeda dengan SPBU. Namun, produk BBM yang dijual di Pertashop ini baru sebatas Pertalite.

Dipilihnya Pertalite tak terlepas dari target market pengendara motor yang disasar oleh Pertamina. Saat ini, motor memang paling banyak mengonsumsi BBM jenis Pertalite. "Itu kan tahap awal, nanti di sana karena kan namanya shop ya makanya juga akan jual nanti elpiji, oli kemasan, dan akan terus bertmbah jumlah produknya," kata Nicke.

Untuk saat ini, Pertashop telah ada di beberapa wilayah seperti Sidoarjo, Garut, dan Pati. Beberapa di antaranya ditempatkan Pertamina di wilayah pesantren. "Nantinya ini juga bisa koperasi atau apa. Karena kan kita juga ingin menumbuhkan perekonomian daerah, melibatkan masyarakat, jadi dari masyarakat untuk masyarakat," ucap Nicke.

Yuk Follow Instagram Tribun Pontianak

Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved