Vanessa Angel Terancam Denda Rp 1 Miliar, Polisi Ungkap Peran Vanessa di Kasus Prostitusi Artis

Vanessa Angel Terancam Denda Rp 1 Miliar, Polisi Ungkap Peran Vanessa di Kasus Prostitusi Artis

Vanessa Angel Terancam Denda Rp 1 Miliar, Polisi Ungkap Peran Vanessa di Kasus Prostitusi Artis
Instagram Vanessa Angel
Vanessa Angel Terancam Denda Rp 1 Miliar, Polisi Ungkap Peran Vanessa di Kasus Prostitusi Artis 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Vanessa Angel terancam 6 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar di kasus prostitusi artis online.

Ancaman hukuman untuk Vanessa Angel ini karena dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 27 ayat 1 tentang Kesusilaan.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, tersangka diduga terlibat dalam penyebaran atau transmisi konten asusila melalui media elektronik.

"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan" demikian bunyi UU tersebut.

Konten asusila itu, menurut Luki, berdasarkan hasil pemeriksaan digital forensik penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Baca: Vanessa Angel Terancam 6 Tahun Penjara, Polisi Libatkan Banyak Ahli Termasuk MUI

Baca: Vanessa Angel Ditetapkan Jadi tersangka, Polisi Temukan Bukti Kuat

Baca: Vanessa Angel Ditetapkan Tersangka Prostitusi, Bukti Orderan hingga Chatting Tak Sesuai Etika

Baca: BREAKING NEWS: Artis Vanessa Angel Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Prostitusi Online

Baca: Polisi Beberkan Fakta Baru, Vanessa Angel Pernah Layani Mucikarinya, Astaga!

Artis VA mengirim gambar dan video vulgar dirinya kepada salah seorang mucikari untuk kepentingan prostitusi.

"Gambar dan video itu didukung konten percakapan yang mengarah kepada prostitusi," ujarnya.

Atas dugaan perbuatan tersebut, artis VA terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan atau denda sebesar Rp 1 miliar.

Polda Jawa Timur mengklaim sebagai institusi Polri pertama yang memberi status tersangka kepada penyedia jasa dalam kasus prostitusi.

"Selama ini, perempuan penyedia jasa prostitusi hanya sebagai saksi," tuturnya.

Halaman
1234
Editor: Nasaruddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved