6 Tersangka Narkotika Punya Peran Berbeda, Ini Penjelasan Kapolresta Pontianak

Enam tersangka kasus narkotika jenis sabu yang ditangkap Sat Resnarkoba Polresta Pontianak memiliki peran berbeda dalam distribusi barang haram itu.

6 Tersangka Narkotika Punya Peran Berbeda, Ini Penjelasan Kapolresta Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muh Anwar Nasir saat melakukan press rilis pengungkapan kasus tindak pidana narkotika di Aula Mapolresta Pontianak, Rabu (16/1/19). 

6 Tersangka Narkotika Punya Peran Berbeda, Ini Penjelasan Kapolresta Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Enam tersangka kasus narkotika jenis sabu yang ditangkap Sat Resnarkoba Polresta Pontianak memiliki peran berbeda dalam distribusi barang haram itu.

Dalam rilis di Mapolresta Pontianak, Jl Johan Idrus, Rabu (16/1/19), Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muh. Anwar Nasir mengatakan sebanyak 300,336 gram dan tiga butir ekstasi diamanakan.

"Peran ke enam tersangka ini, ada yang bertindak sebagai pengedar, ada juga sebagai bandar, dan bandar yang terakhir kita tangkap, dua orang," terang Kombes Pol Muh. Anwar Nasir.

Baca: Ny Tien Achmad Supriyadi: Pendidikan PAUD Ikut Andil Dalam Mencerdaskan Anak Bangsa

Baca: BREAKING NEWS: Artis Vanessa Angel Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Prostitusi Online

Baca: Ny Tien Achmad Supriyadi Resmikan PAUD XVII-29 Koordinator Yonkav 12 Cabang XVII Tanjungpura

Jalur peredaran narkoba ini kata dia lagi, bisa lewat darat maupun laut. Tidak menutup kemungkinan berdasarkan pengalaman dulu lewat kapal nelayan. Sehingga ke depan ini bisa dijadikan kembali jalur distribusi barang haram itu.

Kombes Pol Muh. Anwar Nasir mengatakan pengawasan selalu mereka lakukan dengan kerjasama BNN dan Polair, di kawasan pelabuhan untuk mengawasi kapal-kapal yang akan keluar masuk dari Pontianak.

"Asal barang ini dari salah satu DPO, di wilayah Pontianak yang masih kita selidiki keberadaan orang tersebut," ujarnya.

Masih kita dalami kata dia, apakah ini jaringan internasional atau tidak. Karena kami harus menangkap dulu DPO tersebut, nanti dari DPO tersebut kita kembangkan dapat dari mana.

"Karena info yang kita dapatkan, dapatnya di wilayah Pontianak ini. Dari hasil penyelidikan ini adalah pemain baru," tukasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved