Breaking News:

Penelitian Dosen dan Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak, 3 Desa Terbantu Penerangan

Peneliti Senior Politeknik Negeri Pontianak Dr. Sunarno, ST, Meng pembicara di seminar Nasional yang diadakan oleh Polnep

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Taman Alun Kapuas Gelap dan Minim Penerangan di Malam Hari 

Penelitian Dosen dan Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak, 3 Desa Terbantu Penerangan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Peneliti Senior Politeknik Negeri Pontianak Dr. Sunarno, ST, Meng pembicara di seminar Nasional yang diadakan oleh Polnep katakan sudah ada tiga desa yang terbantu dari hasil penelitiannya dengan mahasiswa dalam pembuatan pembangkit tenaga listrik, Selasa (15/1/2019).

Sunarno sudah banyak melakukan penelitian yang melibatkan mahasiswa Polnep khususnya dalam pengembangan penelitian dibidang pembangkit listrik.

Untuk sekarang sudah ada tiga desa yang dibantu dari hasil penelitian.

Hasil penelitian yang diciptakan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH/PLTPH) suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air.

Baca: ILC TVOne Ada Rocky Gerung Menjelang Debat Calon Presiden 2019: Penegakkan Hukum di Mata 01 & 02

Baca: Cara Memainkan Hero Badang Mobile Legends Bang Bang, Petarung Bertato Asal Malaysia

Baca: Bupati Sintang Kunjungi Basarnas Pontianak, Silaturahim dan Lanjutkan Kerjasama

Penelitian tersebut bekerja sama langsung dengan pihak pemerintah daerah yang bersangkutan.

Berikut daftar tiga daerah yang menjadi tempat penelitian PLTPH/PLTMH.

1. Dusun Majang, Kabupaten Sekadau. Dengan Kapasitas 2 Kw, penggunaan penerangan 50 Kepala Keluarga (KK). Mulai beroperasi Maret 2015.

2. Dusun Jopo, Kabupaten Sekadau. Dengan kapasitas 10 kw, penggunaan peneragan 100 KK. Mulai beroperasi padamaret 2015.

3. Dusun Mensibu, Kabupaten Bengkayang, Kapasitas 5 KW, penggunaan penerangan 56 KK, mulai operasi dari bulan agustus 2015.

"Sebenarnya kita ingin kembangkan terus penelitian ini, namun yang menjadi kendalanya pada kebijakan yang berubah," ujar Sunarno.

Baca: Seluruh Fraksi DPRD Kalbar Dukung Realisasi SPN Polda Kalbar di Singkawang

Baca: Dukung Realisasi SPN Polda Kalbar di Singkawang, Ini Penegasan Sutarmidji

Baca: Rencana Bangun SPN, Kapolda Didi Sebut SPN di Pontianak saat ini tidak Representatif

"Terakhir ketika kita bangun pada tahun 2016 ada perubahan kebijakan. Bahwa pembangkit listrik energi terbaru kewenangannya diambil oleh pihak provinsi, sedangkan dulu langsung ke kabupaten," pungkasnya.

Sunarno mengatakan padahal pembangkit seperti itu sifatnya lokal. Kalau ditarik oleh provinsi pengawasannya makin sulit dan pendanaan juga akan semakin sulit juga.

"Kalau kebijakan dan kewenangan di kembalikan ke kabupaten kita akan teruskan kerja sama untuk kembangkan itu, ujarnya.

Untuk sementara pihak Sunarno dan tim peneliti belum bisa mengembangkan lebih lanjut karena ada perubahan kebijakan secara nasional.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved