Bupati Sintang Bagikan Sertifikat Tanah Warga Desa Pulau Jaya dan Tinom Baru

Jarot menjelaskan, saat ini pemerintah daerah dengan aliansi masyarakat adat sedang menyusun hak masyarakat adat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Bupati Sintang Jarot Winarno didampingi Kepala BPN Sintang Junaedi melakukan pembagian bagi masyarakat Desa Pulau Jaya dan Tinom Baru di Gedung Serbaguna Desa Pulau Jaya, Kecamatan Tempunak, Sabtu (12/1/2019) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Bupati Sintang Jarot Winarno didampingi Kepala BPN Sintang Junaedi melakukan pembagian bagi masyarakat Desa Pulau Jaya dan Tinom Baru di Gedung Serbaguna Desa Pulau Jaya, Kecamatan Tempunak, Sabtu (12/1/2019) kemarin.

Selain itu, hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahaan Desa Herkolanus Roni, Kepala Dinas Kesehatan Harysinto Linoh, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tempunak, serta Kepala Desa Pulau Jaya dan Tinom Baru.

Baca: Baru Sepekan Diresmikan Karolin, Tempat Permainan Anak di Taman Kota Intan Ngabang Rusak!

Baca: Wabup Sintang Dorong Investor Selesaikan Masalah Sosial Dampak Investasi

Baca: Siswi Cantik SMA Sintang Sudah 3 Hari Menghilang, Ini Kesaksian Teman SMP hingga Isu Korban Bully

Dalam sambutannya, Jarot menyampaikan bahwa hari ini tentunya masyarakat Desa Pulau Jaya dan Desa Tinom Baru patut berbahagia karena akan mendapatkan sertifikat tanah sehingga hak masyarakat atas tanahnya jelas.

"Bapak-Ibu sekalian, kita bahagia hadir disini. Apalagi saya bawa Kepala BPN Sintang Pak Junaedi. Sertifikat tanah ini penting, supaya hak atas tanahnya jelas. Ini merupakan program Pak Jokowi dalam reformasi agraria," ujar Jarot.

Jarot menjelaskan, saat ini pemerintah daerah dengan aliansi masyarakat adat sedang menyusun hak masyarakat adat.

Sehingga hak masyarakat adat jelas dan hak masyarakat secara pribadi juga menjadi jelas.

"Kita susun yang mana hak masyarakat adat dan hak secara pribadi. Jadi ribut-ribut dengan perusahaan kita hindarkan. Kita dengan kita tidak usah ribut, tidak usah geser-geser patoklah. Sesuai saja dengan ukuran yang ada," jelasnya.

Jarot berpesan sertifikat tanah yang ada di jaga, kemudian patok tanah juga dijaga. Dirinya berharap tanah tersebut dapat difungsikan untuk lahan tanam, kemudian sertifikat dapat juga digunakan untuk jaminan modal dalam bertani.

"Kemudian dengan adanya sertifikat, kalau kita perlu dana bisa kita titipkan dengan CU. Ada enam juta, delapan juta kan bisa untuk modal kita berladang, nanam cabe, nanam bayam, sayur sehingga masyarakat lebih sejahtera," tutupnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved