Pimpinan KPK Diteror

Teror Bom Molotov di Kediaman Pimpinan KPK, Antasari Azhar Angkat Bicara

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan pihaknya tengah memeriksa saksi dan rekaman CCTV.

Kompas.com/Ambaranie Nadia K.M
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Bom molotov teror kediaman Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif.

Selain kediaman Laode M Syarif, bom molotov juga ditemukan di kediaman ketua KPK, Agus Raharjo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Pol Argo Yuwono membenarkan dua buah bom molotov tersebut.

Terkait dengan bom molotov itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memastikan, Densus 88 Antiteror akan membantu tim Polda Metro Jaya untuk menyelidiki kasus teror bom di kediaman dua pimpinan KPK.

Baca: Bawaslu RI Loloskan OSO Calon DPD, KPU Kalbar Tunggu Arahan

"Densus 88 memiliki pengalaman mengungkap berbagai kasus, peristiwa, yang terkait dengan masalah bahan peledak. Juga memiliki kompetensi yang cukup lengkap, oleh karena itu tugasnya Densus adalah mem-back up tim yang sudah dibentuk bapak Kapolda Metro Jaya," jelasnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan pihaknya tengah memeriksa saksi dan rekaman CCTV.

Baca: Seorang Pria Tewas Terinjak Gajah Saat Bawa Rombongan Turis ke Taman Nasional di Kataragama

"Benda diduga mirip bom tersebut sedang kita identifikasi. Di rumah Pak Agus (Ketua KPK) ditemukan di Bekasi. Di kediaman Pak Laode ada saksi yang mengatakan ada bunyi sedikit tapi belum bisa kita pastikan. Kita periksa saksi dan CCTV," ujar Iqbal, di Mabes Polri.

Ketua DPR Bambang Soesatyo:
Mengutuk keras aksi yang tidak bertanggung jawab kepada Pimpinan KPK. Saya telah meminta Polri usut tuntas dan temukan pelaku serta dalangnya.

Kita tidak bisa membiarkan orang seenaknya melakukan aksi-aksi yang tidak bertanggung jawab dan membuat suasana ketakutan masyarakat.

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz:
Untuk menghindari bamyaknyak spekulasi dan giringan ke arah politik tentu butuh kerja cepat bagi penegak hukum untuk membongkar kasus ini khususnya pihak kepolisian sehingga menghindari spekulasi politik kemanan dalam negeri sampai penegakan hukum.

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP
Tentu tidak boleh di dalam negara yang demokrasi dan berdasarkan hukum ini ada pihak yang melakukan upaya semacam intimidasi kepada penegak hukum, dalam hal ini pimpinan KPK. 

Waktu saya di KPK juga ada pengamanan atau peningkatan keamanana terhadap personil2 di kpk, tidak hanya pimpinan waktu itu.

Kejadian seperti ini memang waktu saya di dulu di KPK pernah mengalami, saya pribadi juga pernah mengalami teror atau intimidasi itu.

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar:
Astagfirullah, KPK kok masih diserang terus? Saya pikir dengan memenjarakan saya selesai, rupanya masih ada juga yah. Mudah-mudahan selamat dan kita berdoa mudah-mudahan selamat.

Berantas korupsi jangan berenti. Jalan terus. Tidak bisa diteror, KPK tidak akan bisa diteror.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mantan Ketua KPK Antasari Azhar: Astagfirullah, KPK kok Masih Diserang Terus?

Editor: Jamadin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved