Pilpres 2019

Nilai Ada Jebakan, Suriansyah Harap Aparat Tidak Tebang Pilih Dalam Kasus Hoak Surat Suara

Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kalbar, Suriansyah meminta agar aparat tidak tebang pilih dalam pengungkapan kasus

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kalbar, Suriansyah meminta agar aparat tidak tebang pilih dalam pengungkapan kasus hoak 7 kontainer surat suara tercoblos.

"Kami dari tim koalisi daerah Prabowo-Sandi sebenarnya tidak terlalu banyak tau hoax yang terjadi pada isu surat suara yang tercoblos, tapi tentu kami meminta KPU juga lebih transparan didalam menyatakan bahwa itu hoax atau tidak," katanya, Rabu (09/01/2019).

Hal ini karena, kata dia, sumber data yang dipakai untuk menyebarkan jelas sumbernya dan sebenarnya bisa dilacak.

"Karena suaranya sangat jelas, rekaman jelas dan pemerintah pasti punya data terutama pihak Kepolisian punya data terhadap frekuensi suara dari pihak yang membuat dan memproduksi itu, apakah itu sengaja diproduksi agar salah satu seseorang terjebak untuk menyebarkannya atau ada hal lain, ini yang perlu kami minta klarifikasi lebih lanjut," terangnya.

Baca: Ini Yang Dilakukan BKD Kalbar Jika M Zeet Lulus Sekjen KPK RI

Baca: Polisi Dalami Kiriman Tas di Rumah Ketua KPK! Temukan Paralon Berisi Paku, Kabel dan Baterai

"Kalau memang bisa dibuktikan siap yang memproduksi hoax tersebut, itu baru kita tau, ini jangan kita potong seolah penyebarnya yang disalahkan, tapi sebenarnya pembuat hoax itu, kalau itu hoax tapikan didalam sidak oleh KPU banyak pihak yang tidak puas, karena dilakukan oleh KPU misalnya tidak dilakukan oleh misalnya wakil dari tim koalisi atau partai, sehingga untuk hal ini kami mohon kalau mau ditindak ya ditindak sampai ke sumbernya, jangan hanya pihak yang menyebarkannya saja," timpalnya.

Ketua DPD Gerindra Kalbar ini pun menilai jika kornas relawan yang menjadi satu diantara tersangka pun seolah dijebak.

"Seperti dijebak, kalau tidak ada kejelasan sumbernya, tapi kalau jelas sumbernya baru bisa, kalau sumbernya dari tim Prabowo berarti produksi tim Prabowo, tapi inikan tidak, siapa tau mohon maaf dibuat oleh tim Jokowi, itukan harus diperjelas dulu," bebernya.

"Yang kedua, perlu kami tegaskan, yang menyebarkan ini bukan tim koalisi Prabowo-Sandi, tapi tim koordinator nasional relawan Prabowo-Sandi, itu diluar tim koalisi, luar yang dikelola Pak Djoko Santoso sebagai ketua tim koalisi nasional, ini kooordinator relawan, koordinator relawan ini kami banyak sekali, di Kalbar saja ada 21, ada koordinator satgas relawan, dan lain sebagainya," tegasnya.

Baca: Polisi Dalami Kiriman Tas di Rumah Ketua KPK! Temukan Paralon Berisi Paku, Kabel dan Baterai

Baca: 922 Warga Pontianak Memilih Jadi Janda Selama 2018, Ada Juga Pegawai

Wakil Ketua DPRD Kalbar ini pun mendorong mestinya pembuat hoax yang ditelusuri lebih dalam, dan agar diketahui motif dalam pembuatan hoax tersebut.

Karena jika tidak dilakukan, kata dia, aparat seolah tebang pilih dalam penegakan hukum.

"Aparat mestinya menulusuri lebih dalam dan menangkap pembuat berita ini, karena kita baru tau nanti, apa motivasi untuk membuat karena dari suaranya jelas seolah-olah pihak yang berwenang menyampaikan itu, kalau hanya penyebarnya, kami ya tentu sangat kecewa, berarti dilakukan tebang pilih penegakan hukum dan etika dalam pemilu ini," katanya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved