January effect? Investment Specialist Panin Asset Sebut Keuntungan Dirasakan Investor Bermodal Besar

"Investor bisa memilih saham perusahaan yang punya aspek fundamental baik atau saham berkapitalisasi besar," sarannya.

January effect? Investment Specialist Panin Asset Sebut Keuntungan Dirasakan Investor Bermodal Besar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI) 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pasca sentimen window dressing di bulan Desember, awal tahun 2019 bursa memasuki euphoria baru yang dikenal dengan nama January effect atau efek Januari.

CFP Investment Specialist Panin Asset Management, Yasmeen Danu mengatakan investasi berdasarkan euphoria semata dapat berbalik merugikan bagi investor awam yang belum berpengalaman.

Sebelum mengikuti tren, Yasmeen mengatakan harusnya investor memaknai Efek Januari yang memang terjadi di Bursa Efek Indonesia.

Efek Januari pertama dikenal di pasar saham Amerika Serikat pada tahun 1942.

Baca: Launching 6 Buku Karyanya, Aswandi Ungkap Keinginan Yang Terpendam

Baca: Luncurkan Program Membaca Kitab Sebelum Belajar, Atbah Berharap Akan Lahir Banyak Generasi Berilmu

Baca: Canangkan Program Membaca Kitab Sebelum Belajar, Atbah : Ini Pertama Di Kalbar

Namun diakuinya, tidak ada jaminan bahwa setiap tahun Efek Januari pasti terjadi.

"Efek Januari merupakan lanjutan dari window dressing bulan Desember tahun sebelumnya. Dimana umumnya, banyak investor menjual saham yang kinerjanya kurang baik untuk mendapatkan keuntungan pajak dan memanfaatkan momen awal tahun untuk menata portofolio dan kembali masuk ke pasar," ungkap Yasmeen, Rabu melalui Panin Sekuritas Cabang Pontianak.

Pada Januari juga dibagikannya bonus tahunan yang menyebabkan meningkatnya aliran dana masuk ke pasar yang kemudian turut andil menaikkan harga saham. Di Bursa Efek Indonesia, data historis 20 tahun atau dari tahun 1999 sampai 2018 menunjukkan bahwa, pada bulan Januari, IHSG tidak selalu naik.

Yasmeen mengatakan pada Januari tahun 2000, 2003, 2007, 2008, 2009 dan 2011, IHSG mengalami penurunan tetapi pada tahun-tahun lainnya, ada Efek Januari yang terjadi di Bursa Efek Indonesia karena IHSG menunjukkan kinerja positif. Selain itu, data menunjukkan terjadinya Efek Januari tidak menjamin kinerja indeks pada tahun tersebut pasti positif.

"Pada tahun 2009, kinerja bulan Januari -7 persen namun IHSG justru mencatatkan kinerja fantastis hingga 86 persen. Sebaliknya, pada tahun 2018 lalu, kinerja bulan Januari tercatat positif 4 persen namun kinerja tahunan IHSG justru -2 persen. Jika pada tahun 2019 terjadi Efek Januari, keuntungannya terutama akan dirasakan oleh investor dengan modal investasi besar," ungkapnya.

Ia menyarankan jika investor sudah menerima bonus tahunan dan punya tujuan finansial yang sesuai, tidak ada salahnya berinvestasi pada awal tahun ini karena dalam 20 tahun terakhir, IHSG menunjukkan kinerja Januari positif sebanyak 14 kali.

"Investor bisa memilih saham perusahaan yang punya aspek fundamental baik atau saham berkapitalisasi besar," sarannya.

Jika belum mengerti cara menganalisa atau memilih saham di antara lebih dari 600 perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia, investor kata Yasmeen bisa memilih berinvestasi di reksa dana saham yang dikelola pasif mengikuti komposisi indeks seperti Panin Beta One dan Panin IDX30 karena reksa dana semacam ini akan bergerak seiring pasar dan ada manajer investasi yang mengelola dana secara profesional.

Jika memang ada Efek Januari pada tahun 2019, reksa dana juga akan membukukan kinerja yang hampir sama.

"Tapi kalau sumber modal investasi dari penghasilan bulanan, jangan memaksa mengejar euphoria Efek Januari dengan menarik dana dari sumber lain atau bahkan berutang. Tetap fokus dan disiplin menjalankan investasi bulanan sesuai rencana yang yang dimiliki. Selalu ada resiko dalam berinvestasi dan sekedar ikutan euphoria bisa membuat rugi," ingatnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved