Di Tahun 2018, BP3TKI Pontianak Sebar 1.529 Pekerja Migran Indonesia di 10 Negara

BP3TKI Pontianak tercatat angka penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI ) sepanjang tahun 2018 sebanyak 1.529 orang

Di Tahun 2018, BP3TKI Pontianak Sebar 1.529 Pekerja Migran Indonesia di 10 Negara
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pembekalan calon PMI sebelum di berangkatkan ke negara tujuan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - BP3TKI Pontianak tercatat angka penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI ) sepanjang tahun 2018 sebanyak 1.529 orang berangkat ke sejumlah negara

Penempatan PMI antara lain ke negara Malaysia, Brunei Darussalam, Taiwan, Solomon Island, Papua Nugini, Congo, Arab Saudi, Oman dan Singapura.

Para PMI ini bekerja pada sektor Formal sebanyak 1.505 orang dan sektor Informal sebanyak 24 orang. Adapun pembagian berdasarkan jenis kelamin yaitu Laki-laki sebanyak 1.032 orang dan Perempuan sebanyak 497 orang.

Baca: Berbagai Wawasan Pada Generasi Muda, Ronaldi: Kegiatan Ini Banyak Manfaatnya Untuk Siswa

Baca: Ajukan Cerai, 16 Guru di Pontianak Bakal jadi Janda

Baca: Kisah Aktor Muda Indonesia Yang Jadi Gigolo, Pasang Tarif Rp 5 Juta Sekali Kencan

Menurut Kepala BP3TKI Pontianak, Maruji Manullang, SE, MM menyampaikan bahwa PMI asal Kalimantan Barat yang ditempatkan tahun 2018 meningkat 49,46 % atau meningkat sebanyak 506 orang jika dibandingkan dengan penempatan PMI pada tahun 2017 lalu yang hanya sebanyak 1.023 orang.

"Ini bisa diartikan bahwa pengangguran di wilayah Kalimantan Barat tahun 2018 lalu berkurang sebanyak angka itu karena keberangkatan mereka ke luar negeri untuk bekerja,"ujarnya pada Rabu (9/1)

Selanjutnya ia juga menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penempatan PMI di Kalimantan Barat utamanya karena keberadaan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Kalimantan Barat khususnya LTSA P2TKLN Sambas.

LTSA P2TKLN Sambas berkontribusi sangat besar terhadap angka penempatan PMI.

"Sebanyak 1.212 orang PMI diproses penempatannya melalui LTSA P2TKLN Sambas. Kami berharap di tahun ini jumlah penempatan PMI yang melalui LTSA P2TKLN Sambas semakin meningkat karena LTSA ini memang memberikan kemudahan bagi calon PMI yang akan bekerja ke luar negeri,"harapnya.

Baca: Berbagai Wawasan Pada Generasi Muda, Ronaldi: Kegiatan Ini Banyak Manfaatnya Untuk Siswa

Baca: TRIBUN WIKI: Annisa Maharani Nasran, Duta HIV AIDS Kalbar 2018 yang Punya Segudang Prestasi

Dan Maruji juga menambahkan ada catatan penting yang perlu menjadi perhatian semua pihak bahwa di Kalimantan Barat dengan perbatasan darat langsung dengan negara penempatan Malaysia dan Brunei Darusalam menjadi daerah yang rawan.

sebagai perlintasan PMI yang berangkat secara non prosedural (ilegal) untuk itu sosialisasi yang massif ke daerah-daerah kantong PMI harus terus dilakukan pengawasan yang ketat pengetatan di wilayah perbatasan oleh aparat penegak hukum.

"Hal ini Mengingat jumlah PMI yang dideportasi karena pelanggaran keimigrasian/ ketenagakerjaan di Malaysia tiap tahunnya masih cenderung tinggi," ucapnya.

Pekerjaan rumah berikutnya yaitu data kami menunjukkan bahwa calon PMI yang ditempatkan di luar negeri sekitar 85,93 % masih berpendidikan SD dan SMP padahal kalau tingkat pendidikan dan kompetensi yang dimiliki oleh calon PMI lebih tinggi tentunya bisa mengisi jabatan-jabatan pekerjaan yang lebih baik di luar negeri.

"Hal ini yang harus menjadi perhatian semua pihak terutama pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakatnya,"pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved