Pastikan Isu OTT KPK Di Kalbar Hoaks, Ini Imbauan Kapolda Kalbar Bagi Masyarakat

Ia mengatakan semestinya hal itu tidak boleh terjadi lantaran cukup meresahkan masyarakat. Terlebih informasi kategori hoaks

Pastikan Isu OTT KPK Di Kalbar Hoaks, Ini Imbauan Kapolda Kalbar Bagi Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAUDY ASRI GITA UTAMI
Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Drs. Didi Haryono 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono memastikan isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kalimantan Barat yang sempat beredar beberapa hari terakhir adalah tidak benar.

“Kita ketahui kemarin keluar berita di media sosial yang menyatakan adanya OTT di Kalbar. Ternyata setelah kita telusuri berita tersebut adalah hoaks,” ungkapnya saat berikan keterangan kepada Tribun Pontianak di ruang kerjanya, Selasa (8/1/2019) siang.

Baca: Ribuan Orang Akan Hadiri Perayaan Natal Oikoumene di Rumah Radakng

Baca: Artis Cantik Ini Tak Pernah Tersenyum di Dalam Hidupnya, Terkuak Rahasia Misteri Selama Ini

Baca: Tak Hanya di Meliau, Banjir Dan Tanah Longsor Landa Desa Lintang Pelaman, Sejumlah Fasum Rusak

Ia mengatakan semestinya hal itu tidak boleh terjadi lantaran cukup meresahkan masyarakat. Terlebih informasi kategori hoaks ada unsur pelanggaran hukumnya.

“Silahkan membuat laporan, bagi yang merasa dirugikan dalam hal ini. Kami selaku aparat penegak hukum akan mengakomodir dan menindaklanjuti hal tersebut,” terangnya.

Jenderal bintang dua itu menimpali kejadian ini tentunya menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Ia tidak henti-hentinya mengimbau untuk sikapi berita atau informasi yang betendensi hoaks dengan melakukan klarifikasi.

“Perlu dilakukan cek dan ricek, kroscek dan final check. Kan gitu. Sehingga, pemberitaan yang dimuat tentunya disamping bernuansa menyampaikan informasi juga ada yang bernuansa edukasi. Untuk berita yang beredar hoaks itu, nilainya nol. Tidak ada sama sekali manfaatnya, bahkan masuk dalam pelanggaran hukum,” tegasnya.

Di tengah kemajuan teknologi dan infromasi khususnya dalam penggunaan media sosial, ia mengimbau masyarakat berhati-hati dalam memahami. Hal ini bertujuan agar tidak terkecoh dan dapat memberikan informasi-informasi yang benar guna mengklarifikasi kasus atau permasalahan itu.

“Bagi masyarakat, apabila ada hal-hal seperti itu segera laporkan. Apalagi hal yang sifatnya mengganggu, bernada provokatif, hate spech (ujaran kebencian_red) atau agitasi kah. Silakan segera laporkan ke pihak berwajib,” tandasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved