Dinas Pertanian Hibahkan Bantuan Pada 25 Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pemasaran

Dinas pertanian, ketahanan pangan dan Prikanan kabupaten Mempawah.......................

Dinas Pertanian Hibahkan Bantuan Pada 25 Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pemasaran
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Bupati Mempawah Gusti Ramlana saat berikan bantuan secara simbolis. Senin (07/01/2019). 

Laporan Wartawan tribun Pontianak ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,MEMPAWAH - Dinas pertanian, ketahanan pangan dan Prikanan kabupaten Mempawah, telah menyerahkan bantuan berupa sarana pengolahan sederhana, instalasi listrik, instalasi air bersih bagi kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan Kabupaten Mempawah, Senin (07/01/2109).

Kepala Dinas Pertanian Gusti Basrun mengtakan bahwa bantuan ini di berikan kepada 25 kelompok yang terdiri sekitar 270 orang, dengan total bantuan sekitar lebih dari 170 juta rupiah yang bersumberia pada dana APBD perubahan.

Penerima Bantuan ini sendiri terdiri dari kelompok masyaralat yang berasal dari 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Mempawah, yakni antara lain kecamatan Mempawah Hilir, Kecamatan Mempawah timur, Kecamatan Sungai Pinyuh, dan Kecamatan Sungai Kunyit.

Baca: Bhabinkamtibmas Desa Sebangun, Hadiri Kegiatan Kampung KB

Baca: Tiga Polisi Polres Landak Dipecat dengan Tidak Hormat, Ini Orangnya

Baca: Rosnita Jelasakan Tujuan Pelaksanaan Kampung KB di Daerahnya

Dijelaskannya pemberian bantuan ini sebagai wujud memberikan motovasi bagi masyarakat kelompok pengolah perikanan, serta membina masyarakat untuk memiliki usaha dan mambangun usahanya.

‘‘Jadi alat alat yang kita bantukan merupakan alat penunjang alat pengolah perikanan, seperti alaat potong krupuk, alat timbangan, alat untuk menjemur, dan sesuai dengan amanat dari Perbub 25 tahun 2016, memang di berikan secara hibah,’’ungkapnya.

Dalam Pemberian Bantuan ini, Gusti Basrun menjelaskan bahwa tiap kelompok harus memenuhi syarat dari Dinas terlebih dahulu.

“Ada syarat – syaratnya, salah satu syarat yang sudah baku adalah, mereka harus memiliki akta pendirian dri notaris, jadi kelompok yang di bantu harus jelas. Dan kelompok–kelompok yang sudah kitabantukan tidak aktif, tidak akan kita berikan lagi, lalu ada aspek pembinaan lanjutan dan ada aspek pembinaan,’’jelas Gusti.

Terkait pemasaran, pihaknya pun turut menggandeng pihak Disperindagnaker Mempawah, Dinas Sosial dan Pemerintah Desa untuk membantu memasarkan prodak dari para kelompok ini.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved