Beredar Isu Adanya OTT KPK, Managemen Hotel Aston Berikan Bantahan

PR Manager Aston Pontianak Hotel & Convention Center, Arifin membantah jika ada OTT KPK di hotel tempatnya bekerja.

Beredar Isu Adanya OTT KPK, Managemen Hotel Aston Berikan Bantahan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jembatan sungai Landak II, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (5/11/2018). Jembatan Landak II Pontianak ditargetkan akan selesai awal tahun 2019 mendatang. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PR Manager Aston Pontianak Hotel & Convention Center, Arifin membantah jika ada OTT KPK di hotel tempatnya bekerja.

"Sepengetahuan Manajemen Operasional, pada Sabtu malam tidak ada aktivitas yang seperti OTT, aktivitas berjalan normal," katanya, Senin (07/01/2019) saat dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id.

Baca: Dua Madrasah di Kayong Utara Dengan Gedung Memprihatinkan Berubah Status Jadi Sekolah Negeri

Baca: Isu Liar OTT KPK Dikaitkan Jembatan Landak II, Sutarmidji Angkat Bicara

Bahkan, ia pun menegaskan jika pihaknya tidak menerima informasi baik dari kepolisian maupun KPK terkait dengan OTT

"Dari pihak Aston memang tidak ad menerima informasi baik dri kepolisian ataupun KPK terkait kalau ada OTT, pada Sabtu malam, operasional hotel berjalan seperti biasa," tutupnya.

Dari informasi yang beredar OTT tersebut berkaitan dengan pembangunan duplikat Jembatan Landak. 

OTT tersebut dilakukan KPK dengan menangkap dua orang, seorang kontraktor dan oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). 

Namun saat dikonfirmasi, kontraktor duplikasi Jembatan Landak menyatakan tidak ada pihaknya yang terjaring OTT.

"Ngak ada mas," ujar Staff Teknik PT. Brantas Abipraya, Haryono saat dikonfirmasi, Minggu (06/01/2019) malam.

Baca: Lebih Memilih Cari Nafkah di Indonesia, Lee Jeong Hoon Kerja di Korea Malah Tak Digaji

Baca: Dibentak Arsy, Tak Sangka Reaksi Aurel Hermansyah Seperti Ini!

Terpisah, Staff Operasional PT Brantas Abipraya, Wahyu Agus juga mengungkapkan hal sama, pihaknya tidak ada yang terjaring OTT KPK.

"Tidak ada mas, kabarnya dari siapa mas? Saya malah ngak tahu. Wah minta tolong dicari tahu dulu kebenarannya mas sebelum diberitakan, ini kok menyangkut kontraktor Jembatan landak padahal kita saja ngak tau apa-apa mas," papar Staff Operasional PT Brantas Abipraya, Wahyu Agus Trianto saat dikonfirmasi, Senin (07/01/2019) pagi.

Wahyu juga menegaskan, kontraktor terkait proyek jembatan dan jalan pendekat jembatan, berbeda.

"Terus tolong dibedakan juga proyek Jembatan Landak dan proyek jalan pendekat ke jembatan," kata Wahyu.

Baru satu bagian ujung landasan Jembatan Paralel Sungai Landak yang terpasang rangka baja di Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (16/12/2018) siang. Padahal duplikasi jembatan yang dapat membagi kepadatan arus kendaraan ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun 2018 atau paling lama pertengahan tahun 2019 mendatang.
Baru satu bagian ujung landasan Jembatan Paralel Sungai Landak yang terpasang rangka baja di Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (16/12/2018) siang. Padahal duplikasi jembatan yang dapat membagi kepadatan arus kendaraan ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun 2018 atau paling lama pertengahan tahun 2019 mendatang. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Harapan Wali Kota

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap adanya isu Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK terhadap terhadap pembangun duplikasi Jembatan Landak II, tak menghambat pekerjaan. 

Sampai saat ini, Edi belum mendapatkan informasi detail mengenai itu. Ia hanya mendengar isu. 

"Saya belum mendapatkan informasi jelas, hanya mendapat info-info desas desus saja," ucap Edi Kamtono, Senin (7/1/2019).

Ditanya mengenai apakah ada pejabat di lingkungan Pemkot Pontianak yang terkena OTT KPK, Edi memastikan belum ada. 

"Kalau pejabat di Kota insya Allah tidak ada. Sementara ini semua aman-aman saja," katanya. 

Lebih lanjut, Edi mejelaskan jembatan tersebut dibangun pemerintah pusat dan Pemkot Pontianak hanya berfungsi koordinasi. 

Baca: Pengasuh Anak Ashanty Tiba-tiba Nangis Saat Ikut Liburan di Eropa, Ternyata Penyebabnya Karena Ini

Baca: Miliki Banyak Rumah, Yuk Intip Rumah Mewah Syahrini di Jakarta! Garasinya Sangat Unik

Informasi mengenai desas desus OTT KPK jangan menghambat pembangunan jembatan yang ada, Edi mengharapkan itu selesai sesuai target.

"Jangan sampai menghambat dan target bulan April bisa selesai. Jadi saya maunya seperti itu, jadi pekerjaan  yang ada tetap jalan dan fokus selesaikan pekerjaan," kata Edi Kamtono.

Pembangunan Duplikasi Jembatan Landak atau Jembatan Landak II, sudah menunjukkan progres cukup jauh, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menuturkan pembangunan saat ini terus berlanjut dan ia yakin akan selesai tepat waktu. 

Jembatan tersebut diharapkan menjadi alternatif pengurai kemacetan yang sering terjadi selama ini khususnya dikawasan tersebut.

Kemudian akses itupun sangat vital, karena menghubungkan langsung dengan kawasan bagian utara Kalbar. 

"Pembangunan Duplikasi Jembatan Landak saat ini kontraktornya tengah melakukan pengerjaan," kata Edi Kamtono saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/12/2018).

Saat ini berdasarkan pantauan yang ada di lapangan, pelaksana tengah memasang rangka baja dan disebutnya sekitar setengah kerangka baja sudah terpasang. 

"Kerangka baja disusun  dan sekitar setengah  telah distel," katanya.

Baru satu bagian ujung landasan Jembatan Paralel Sungai Landak yang terpasang rangka baja di Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (16/12/2018) siang. Padahal duplikasi jembatan yang dapat membagi kepadatan arus kendaraan ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun 2018 atau paling lama pertengahan tahun 2019 mendatang.
Baru satu bagian ujung landasan Jembatan Paralel Sungai Landak yang terpasang rangka baja di Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (16/12/2018) siang. Padahal duplikasi jembatan yang dapat membagi kepadatan arus kendaraan ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun 2018 atau paling lama pertengahan tahun 2019 mendatang. (TRIBUN PONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Dukungan DPRD

Wakil Rakyat Pontianak Utara, Mashudi yang duduk di Kursi DPRD Kota Pontianak menyambut baik progres pembangunan Jembatan Landak II yang sudah memasuki tahapan pemasangan kerangka baja.

Mashudi atau akrab disapa Lonjong, melihat dengan progres yang ada sudah sangat baik.

Ia yang hampir setiap hati melihat kemajuan memang tanpa kendala untuk pembangunan badan jembatan.

Keberadaan Jembatan Landak II atau sering disebut duplikasi Jembatan Landak ini sangat penting untuk kelancaran mobilitas kendaraan.

"Kita menyambut baik progres yang ada, semoga proyek ini segera selesai dan masyarakat dapat menggunakannya," ucap Mashudi, Senin (17/12/2018).

Sebagai warga Pontianak Utara, Lonjong menegaskan saat ini memang persoalan kemacetan yang ada di Pontianak Utara cukup pelik, sehinga perlu adanya terobosan yang dilakukan pemerintah.

Ia berharap target yang disebutkan pemerintah sekitar bulan April 2019, jembatan yang menghubungkan Pontianak Timur dan Utara ini dapat selesai bukan hanya harapan semata tapi ditunjang dengan progres kerja memadai.

Saat ini persoalan pembebasan lahan untuk jalan diharapkannya dapat segera selesai, karena ia melihat belum ada tanda-tanda relokasi dari ruko-ruko warga khusus di Pontianak Utara.

"Jangan sampai persoalan jalan akses ini tidak selesai sampai bangunan Jembatan Landak kelar nanti. Saya berharap segera tuntas untuk persoalan pembebasan lahnnya," kata Mashudi. (David Nurfianto/Syahroni)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved