ACTA Laporkan Ketum PSI Grace Natalie ke Bareskrim Polri Terkait Award Kebohongan

Saya melaporkan mereka terkait dengan kebohongan award yang ditunjukkan kepada Prabowo, Sandiaga Uno, dan Andi Arief

ACTA Laporkan Ketum PSI Grace Natalie ke Bareskrim Polri Terkait Award Kebohongan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2 Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera (PHIS), periode kepengurusan 2 di Hotel Swiss Beliin, Singkawang Grand Mall, Jalan Alanyang, Selasa (25/9/2018). 

ACTA Laporkan Ketum PSI Grace Natalie ke Bareskrim Polri Terkait Award Kebohongan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie ke Bareskrim Polri atas kasus kebohongan award.

Tak hanya Grace, tiga kader PSI lainnya, yaitu Raja Juli Antoli, Tsamara Amany, dan Dara Adinda Kusuma Nasution, ikut dilaporkan.

Wakil Ketua ACTA mengatakan, Laporan tersebut sudah diterima dengan nomor LP/B/0023/I/2019/Bareskrim tertanggal 6 Januari 2019.

“Saya melaporkan mereka terkait dengan kebohongan award yang ditunjukkan kepada Prabowo, Sandiaga Uno, dan Andi Arief,” ujar Hendarsam melalui keterangan tertulis Minggu (6/1/2019) malam.

Menurut Hendarsam, ketiga kader PSI sudah menghina dan melecehkan mereka yang diberi piala kebohongan.

"Selaku institusi parpol, seharusnya juga PSI memberikan suatu edukasi sesuai dengan adab dan perilaku kultur politik yang ada. Bentuk ini kami anggap sebagai (penghargaan kebohongan award) penghinaan, pelecehan, menyakiti orang-orang dan tidak ada edukasinya dan pembelajaran disini ini sekadar ingin mengolok-olok,” tutur Hendarsam.

Hendarsam menilai, apa yang sudah diperbuat PSI tentu merugikan banyak pihak. 

Baca: Prabowo Sebut Korupsi Kanker Stadium IV, Ruhut: Zaman Pak Harto Berjamaah, Era Pak SBY Masih Gede

Baca: Dipanggil Bawaslu, Ini Jawaban Gubernur DKI Anies Soal Acungkan Dua Jari Saat Konfernas Gerindra

Baca: BUMN Bulog Buka Lowongan, Berikut Dokumen Online yang Harus Kamu Siapkan & Teknis Melamar

Terlebih kini Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sedang maju pada bursa Pemilihan Pemilihan 2019.

"Saya rasa merugikan iklim demokrasi menjelang pilpres ini. Kan sebagai kita ketahui pihak Jokowi saja tidak setuju (dengan kebohongan award)," tutur Hendarsam.

Halaman
123
Editor: Rihard Nelson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved