16 Papan Reklame di Ketapang Belum Bayar Pajak, Ini Produk Yang Diiklankan

Dia ngomong nanti-nanti tapi berhubung masa pajaknya sudah habis ya sudah kita beri peringatan

16 Papan Reklame di Ketapang Belum Bayar Pajak, Ini Produk Yang Diiklankan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Petugas dari BAPEDA Kabupaten Ketapang, saat menempelkan stiker peringatan di reklame milik Samsung yang belum melaksanakan kewajiban pajaknya selama satu tahun.¬† 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Diketahui belum membayar pajak daerah selama satu tahun, sebanyak 16 papan reklame milik Samsung diberi peringatan oleh Badan Pendapatan Daerah (BAPEDA) Kabupaten Ketapang.

Bentuk peringatan sendiri dilakukan dengan cara menempel stiker yang bertuliskan 'Reklame ini belum membayar pajak daerah' di sejumlah tempat yang bertenggerkan reklame milik Samsung seperti di Jln. H. Suprapto dan Jln. MT. Haryono, Ketapang, Jumat (4/1/2019).

Baca: Tertabrak Honda Jazz di Jalan Raya Wajok, Pejalan Kaki Masuk Rumah Sakit dan Kondisinya Menyedihkan

Kabid Pengelolaan dan Penerimaan Daerah BAPEDA Kabupaten Ketapang, H. Suandi mengatakan, bahwa peringatan tersebut dilakukan oleh pihaknya setelah beberapa kali diinformasikan kepada pihak Samsung atas kewajiban yang belum dilaksanakan yaitu membayarkan pajak daerah atas papan reklame tersebut.

Baca: Identifikasi, Faisal Riza: Bawaslu masih Temukan Permasalahan Terkait DPTB dan DPK

"Jadi stiker itu kami tempel karena Samsung belum membayar pajak sekitar satu tahunan lah, vendornya itu berada di Banjarmasin dan sudah kita informasikan namun tidak dipedulikan. Dia ngomong nanti-nanti tapi berhubung masa pajaknya sudah habis ya sudah kita beri peringatan," sebut Suandi.

Baca: Capai Target Nasional, Tahun 2018 Disdukcapil Sintang Terbitkan 14.117 Dokumen Catatan Sipil 

Suandi menjelaskan, bahwa stiker tersebut adalah bentuk peringatan yang dikeluarkan oleh BAPEDA Kabupaten Ketapang atas reklame-reklame yang belum melaksanakan kewajiban pajaknya.

"Itukan kita beri peringatan, kita lihat perkembangannya nanti kalau misalkan di bayar kita cabut lagi stikernya, namun jika masih belum dibayar maka akan kita bongkar," tegas Suandi.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved