Internasional

AS Cegah Warganya ke China, Khawatir Penangkapan Semena-mena

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warga AS.

AS Cegah Warganya ke China, Khawatir Penangkapan Semena-mena
Brendan Smialowski/Getty Images
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat keluarkan peringatan perjalanan level dua untuk warganya yang berencana pergi ke Tiongkok 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan peringatan perjalanan kepada warga AS untuk meningkatkan kewaspadaan saat bepergian ke China (Tiongkok).

Peningkatan status peringatan perjalanan tersebut merupakan bentuk kekhawatiran AS lantaran Tiongkok dapat secara sewenang-wenang menegakkan hukum setempat dan menahan warga AS tanpa alasan.

Dikutip dari laman Business Insider, Jumat (4/1/2019), peringatan itu juga mengindikasikan bahwa warga AS-Tiongkok atau warga AS keturunan Tiongkok, sangat rentan terhadap 'pengawasan dan pelecehan lainnya'.

Baca: Serunya Pelajar Pontianak Ikuti Program Pertukaran Pelajar di Amerika Serikat

Baca: Putri Pendiri Huawei Ditangkap di Kanada Atas Permintaan Amerika Serikat, Ini Tuduhannya!

"Otoritas Tiongkok telah menegaskan otoritas lainnya untuk melarang warga AS meninggalkan Tiongkok dengan menggunakan peringatan 'larangan keluar', yang terkadang membuat warga AS harus menetap di Tiongkok selama bertahun-tahun," kata Departemen Luar Negeri AS dalam keterangannya.

Menurut peringatan tersebut, Tiongkok cenderung menggunakan 'larangan keluar' itu untuk memaksa warga AS berpartisipasi dalam penyelidikan pemerintah Tiongkok, memikat tiap individu dari luar negeri agar datang ke Tiongkok.

Selain itu juga membantu otoritas Tiongkok dalam menyelesaikan sengketa sipil yang menguntungkan partai di Tiongkok.

Deplu AS juga mengatakan bahwa warga Amerika akan mengetahui tentang larangan keluar tersebut hanya ketika mereka mencoba untuk meninggalkan Tiongkok dan mereka diberitahu berapa lama larangan itu akan bertahan.

Peringatan tersebut juga menyatakan bahwa warga Amerika yang mendapatkan larangan keluar, telah 'dilecehkan dan diancam' oleh pihak berwenang.

Baca: Tewas Terbunuh oleh Suku Sentinel, Jenazah Misionaris Amerika Serikat Ini Akhirnya Tak Bisa Diambil

"Warga AS dapat ditahan tanpa akses ke layanan konsuler AS atau informasi tentang dugaan kejahatan mereka," jelas Departemen Luar Negeri AS.

"Warga AS dapat menjadi sasaran interogasi yang berkepanjangan dan penahanan yang diperpanjang karena alasan yang terkait dengan keamanan negara,".

Halaman
12
Editor: Marpina Sindika Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved