Pimpin Upacara Hari Amal Bhakti ke-73 Kemenag, Ini Pesan Bupati Ramlana

Saya berpesan, enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah

Pimpin Upacara Hari Amal Bhakti ke-73 Kemenag, Ini Pesan Bupati Ramlana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti Kementrian Agama di Mempawah, Kamis (3/1/2019). 

Laporan wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Kantor Kementerian Agama Mempawah menggelar upacara peringatan Hari Anal Bakti yang ke 73, di halaman Kantor Kementerian Agama Mempawah, Kamis (3/1/2018). Upacara itu dipimpin langsung Bupati Mempawah Gusti Ramlana.

Pada kesempatan ini, Gusti Ramlana membacakan amanat dari Menteri Agama Republik Indonesia yakni Lukman Hakim Saifuddin.

Saat membacakan sambutan dari Menteri Agama, Gusti Ramalana menyampaikan bahwa Memasuki Tahun 2019, terdapat enam sasaran strategis program Kementerian Agama yang telah digariskan.

Baca: Heri Mustamin Minta Pemerintah Terbuka dan Tunjukan Data 94 Persen Jalan Kota Mantap

Baca: Pimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti, Bupati Citra Ajak Jajaran Kemenag Jaga Kerukunan

Yakni antara lain, meningkatkannya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, serta peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama.

"Saya berpesan, enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah, di samping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik," ujar Gusti Ramlana.

Selanjutnya, dalam sambutannya pun Ramlana menerangkan tentangToleransi beragama, dan Toleransi Beragama dapat dimaknai sebagai sikap "menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain".

Sementara moderasi beragama adalah upaya mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama yang moderat, yang terhindar dari bentuk pemahaman dan praktek keagamaan
yang berlebih-lebihan dan ekstrem.

Adapun pembangunan akhlak adalah aspek yang sangat fundamental sebagai pilar utama keadaban bangsa, agar kita semua tidak tercerabut dari fitrah kemanusiaan kita.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved