Bank Indonesia Pastikan Inflasi Kalbar di Tiga Tahun Terakhir Stabil

Bank Indonesia Kalbar mengatakan Kalbar tetap dapat menjaga inflasi IHK agar berada dalam kisaran sasarannya dalam tiga tahun terakhir

Bank Indonesia Pastikan Inflasi Kalbar di Tiga Tahun Terakhir Stabil
TRIBUNPONTIANAK/ANGGI
Penjual merapikan dagangannya di Pasar Flamboyan Pontianak, Kamis (3/1/2019). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalbar tahun 2018 terkendali dan berada dalam target inflasi nasional 3,5+1% (yoy).

Inflasi IHK Kalbar Desember 2018 tercatat sebesar 3,85% (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan tahun 2017 sebesar 4,09% (yoy) serta rata-rata inflasi tiga tahun terakhir sebesar 4,51% (yoy).

Baca: Pangdam Achmad Supriyadi Dampingi Gubernur Kalbar hadiri Launching Stok Beras Medium

Baca: Dituding Relawan Jokowi Raja Bohong, Begini Reaksi Wakil Ketua DPR Fadli Zon

Kepala Bank Indonesia (BI) Kalbar, Prijono, mengatakan Kalbar tetap dapat menjaga inflasi IHK agar berada dalam kisaran sasarannya dalam tiga tahun terakhir.

Secara bulanan, inflasi IHK pada Desember 2018 meningkat didorong oleh naiknya tarif angkutan udara dan harga beberapa komoditas bahan makanan.

Inflasi IHK mencapai 1,13% (month to month/mtm), meningkat dari inflasi bulan lalu sebesar 0,17% (mtm).

“Peningkatan tarif angkutan udara terjadi pada akhir tahun terjadi sebagaimana pola historisnya sebagai dampak meningkatnya jumlah penumpang di akhir tahun,” ungkapnya dalam press rilis kepada tribun pontianak, Kamis (3/1/2019). 

Adapun kenaikan harga komoditas bahan makanan antara lain disumbang oleh daging ayam ras dan telur ayam ras. Kenaikan harga kedua komoditas ini lebih dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan, di tengah pasokan yang relatif normal.

Sementara itu, komoditas bahan pangan yang menahan inflasi lebih tinggi adalah bayam, jagung manis, ikan tongkol, nanas dan udang basah.

Memasuki tahun 2019, tekanan harga diperkirakan masih terjadi, namun pada tingkat yang terkendali.

Terdapat beberapa risiko inflasi yang perlu diperhatikan yaitu masih relatif tingginya tarif angkutan udara menjelang akhir masa liburan sekolah, serta ekstremnya kondisi cuaca yang dapat menghambat pasokan bahan makanan.

“Dalam rangka pengendalian inflasi, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Barat akan terus memperkuat koordinasi kebijakan guna mencapai sasaran inflasi 2019 sebesar 3,5±1% (yoy),” sampainya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved