Pilpres 2019

Tes Alquran di Pilpres Dinilai Akademisi Akhiri Klaim Keislaman

Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Dr. Zulkifli, menyambut baik undangan dai di Aceh agar capres dan cawapres di Pemilu 2019

Tes Alquran di Pilpres Dinilai Akademisi Akhiri Klaim Keislaman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DAVID NURFIANTO
Sekretaris PW NU Kalbar, Dr. Zulkifli Abdillah (Batik Ungu) saat menjadi pemateri di Aula Magister Ilmu Sosial Untan, Jl. Prof. Dr. Hadari Namawi, selasa (30/10/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Dr. Zulkifli, menyambut baik undangan dai di Aceh agar capres dan cawapres di Pemilu 2019 ini dites membaca Alquran. 

Menurutnya tes baca Alquran untuk capres dan cawapres merupakan hal positif.

"Menurut saya pribadi adalah hal yang positif. Meskipun tes membaca Alquran bukan salah satu syarat undang-undang bagi capres dan cawapres, tetapi tes tersebut hal yang baik," katanya, Rabu (2/1/2019).

Baca: Fobi Kalbar Membangun Kekompakan Sebelum Tampil di Ajang Internasional

Baca: Dua Kubu Capres Sambut Baik Usulan Tes Membaca Alquran

Baca: Persiapan Federasi Olahraga Barongsai Kalbar Menuju Kancah Internasional

Menurutnya, sebagaimana tujuan dari penggagasnya, tes baca Alquran satu diantara cara untuk mengakhiri perdebatan terkait klaim bahwa masing-masing pasangan sebagai yang paling mewakili aspirasi umat Islam dan didukung ulama. 

"Tes tersebut akan membuktikan seberapa tingkat keberislaman pasangan, minimal dalam konteks kemampuan membaca kitab suci agama Islam, agama yang dianut oleh keempat orang pasangan capres dan cawapres. Tes tersebut harus dimaknai positif sebagai bagian dari pembuktian diri sebagai orang Islam, jangan hanya klaim tapi harus dibuktikan," katanya.

Selain itu, lanjutnya, kemampuan membaca Alquran merupakan keterampilan paling dasar bagi umat Islam dalam memahami agamanya.

Bagaimana mungkin, kata dia, seseorang yang diklaim dan mengklaim diri sebagai didukung ulama namun tidak bisa baca Alquran.

"Menurut saya, empat orang capres dan cawapres lebih baik dan elegan memenuhi undangan tersebut. Bangsa Indonesia harus tahu bagaimana kualitas diri masing-masing calon pemimpin bangsanya, bukan hanya memercayai klaim-klaim tanpa bukti," tutupnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved