Breaking News:

LDII Kalbar Harap Kegiatan Ibadah Tak Jadi Moment Politik Praktis

Menurut Susanto, gerakan politik praktis akan lebih terasa di tahun 2019. Karena jeda waktu menuju pemungutan suara Pemilu 2019 kian mendekat.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (LDII) Kalbar Susanto, berharap agar kegiatan ibadah umat beragama tidak dicampuri urusan politik praktis terlebih jika kegiatan tersebut, dilakukan di rumah ibadah. 

Menurut Susanto, gerakan politik praktis akan lebih terasa di tahun 2019. Karena jeda waktu menuju pemungutan suara Pemilu 2019 kian mendekat.

Baca: Agenda Wali Kota Pontianak Hari Ini, Berikan Perwa DPA APBD dan Lantik TP PKK

Baca: Tottenham Hotspur Salip Manchester City, Jaga Peluang Juara Liga Inggris

Baca: Viral Awan Berbentuk Gelombang Tsunami Selimuti Langit Makassar, Ini Penjelasan BMKG

“Kita di LDII juga sudah mengajak jajaran LDII, agar tidak menjadikan kegiatan ibadah keagamaan sebagai ajang politik praktis, kita khawatir muatan yang awalnya adalah ajakan kebajikan, bisa menimbulkan perselisihan, persengketaan di dalam umat itu sendiri. Karena meski semua memiliki hak politik, namun tentunya, pandangan politik itu tidak semuanya sama,” ujarnya, Selasa (01/01/2019) kemarin.

Sebagai satu diantara organisasi yang memberikan bimbingan kepada para penceramah, LDII, lanjut Susanto, menginginkan materi ceramah kegamaan diisi dengan arahan tentang pembinaan mental dan spiritual.

“Momentum keagamaan, tolonglah jangan dijadikan ajang untuk politik praktis. Umat ini harus ditingkatkan pendalaman tentang agamanya, sehingga memiliki jiwa dan rasa kebersamaan,” tukasnya.
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved