Kapolda Kalbar Akan Turunkan Angka Tindak Kejahatan di Tahun 2019

Didi mengatakan bahwa dua di antara kejahatan tersebut yaitu kejahatan transnasional crime dan kejahatan yang merugikan kekayaan negara

Kapolda Kalbar Akan Turunkan Angka Tindak Kejahatan di Tahun 2019
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAUDY ASRI GITA UTAMI
Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Drs. Didi Haryono 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Maudy Asri Gita Utami

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Meningkatnya jumlah kejahatan dari tahun 2017 ke 2018, disampaikan Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Drs. Didi Haryono dalam kegiatan konferensi pers, di Balai Kemitraan, Polda Kalbar, beberapa hari yang lalu, Rabu (2/01/2019).

Kapolda Kalbar tersebut menyampaikan bahwa bentuk kejahatan di Kalbar diklasifikasi menjadi empat jenis golongan kejahatan yakni kejahatan konvensional, kejahatan Transnasional crime, kejahatan yang merugikan kekayaan serta kejahatan berkontijensi.

Baca: Ini Daftar Nama Peserta Lulus Jadi CPNS di Pemkot Pontianak Tahun 2018: Ada 4 Status Kelulusan

Baca: Jika Anak Demam Lebih Baik Minum Obat Paracetamol atau Ibuprofen, Dokter Anjurkan Ini!

Baca: Prakiraan BMKG: Mempawah Siang Hari Ini Diguyur Hujan Deras

Didi mengatakan bahwa dua di antara kejahatan tersebut yaitu kejahatan transnasional crime dan kejahatan yang merugikan kekayaan negara pada tahun 2018 mengalami kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan tahun 2017 lalu.

Adapun jumlah kasus kejahatan trans nasional crime pada tahun 2017 Polda Kalbar menangani sebanyak 592 kasus. Pada tahun 2018 meningkat menjadi 724 kasus. Sedangkan untuk kejahatan yang merugikan kekayaan negara pada tahun 2017 sebanyak 380 kasus yang ditangani. Pada tahun 2018 meningkat menjadi 556 kasus.

Selain itu Didi juga menjelaskan kasus kejahatan transnasional crime yang paling besar adalah narkoba, tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyeludupan barang-barang mewah. "Dia masuk sembunyi-sembunyi ke tempat kita. Maka karena keaktifan petugas kita bisa kita gagalkan," ujarnya.

Lanjutnya, peningkatan jumlah kasus dua bentuk kejahatan tersebut disebabkan karena keaktifan dan kerja sama oleh seluruh komponen dan stakeholder yang terus dilakukan di Kalbar. "Itu dikarenakan keaktifan kita. Jadi begini kalau kita diamkan mereka (pelaku kejahatan) senang. Berbeda dengan konvensional, itukan nunggu laporan," tuturnya.

Didi juga menyampaikan bahwa pada tahun 2019 ini, Polda akan lebih menggencar deterrent effeck atau efek jera terhadap pelaku sebagai bentuk strategi untuk tahun mendatang.

"Jangankan ditahan, berurusan dengan polisi itu benar-benar ribet sebetulnya," imbuhnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat Kalbar sebisa mungkin menghindari tindak pidana dan kasus hukum tersebut. "Jadi janganlah berurusan dengan polisi, apalagi dengan hukum."

Tujuan diadakannya konferensi pers adalah sebagai wujud akuntabilitas dan tanggungjawab publik Polri, khususnya di Polda Kalbar terhadap warga Kalbar.

Sehingga dengan kinerja di tahun 2018 dapat terpublikasi, di mana semua kinerja yang sudah dilakukan oleh Polda Kalbar merupakan bentuk keberpihakan polri untuk membangun kesejahteraan masyarakat.

Di kesempatan itu juga, Didi mengucapkan rasa terima kasih kepada media karena selalu mendukung, mengontrol serta mengawasi kinerja Polda terutama terkait keamanan dan ketertiban Kalbar.

"Tentunya yang kita inginkan adalah bagaimana masyarakat kita di Kalbar ini bisa maju dan bisa melaksanakan aktivitas-aktivitasnya," tutup Didi.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved