Sebarkan Teror dan Hoaks Lewat Medsos, Seorang Pemuda di Kupang Diciduk

Telah dilaksanakan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi, serta telah diamankan Barang Bukti (BB) berupa 1 unit Hp Samsung.

Sebarkan Teror dan Hoaks Lewat Medsos, Seorang Pemuda di Kupang Diciduk
net
Hoaks 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUPANG - Hati hati menggunakan media sosial.

Seperti adagium jarimu harimau, tidak bijak dalam bermedsos bisa menjerumuskan dalam masalah dan berhadapan dengan proses hukum.

Seperti yang dialami EB (26), pria asal Kecamatan Maulafa Kota Kupang yang berprofesi sebagai petani ini diciduk tim Ditreskrimsus Polda NTT pada Senin (31/12/2018) pukul 15.00 Wita  karena menyebar teror dan berita hoax di group Facebook Viktor lerik (veki lerik) bebas bicara bicara bebas.

Baca: Dewi Persik Goyang Panggung Prajurit dan Konser Amal di Pontianak

Baca: Nekad Jambret, Anak Dibawah Umur Diamankan Polsek Selatan

Baca: Berbeda Terbalik, Sahabatnya Diselingkuhi, Komedian ini Malah Hidup Bahagia dengan Istri Cantik

“Pada hari Senin tanggal 31 Desember 2018 pukul 15.00 Wita, telah diamankan seorang laki-laki berinisial a.n. EB (26 thn) agama Kristen, pekerjaan Tani yang beralamat di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang,” bunyi rilis yang diterima POS-KUPANG.COM dari Subbidpenmas Bidang Humas Polda NTT.

Lebih lanjut, disampaikan pelaku diduga telah memposting di linimasa group Facebook Viktor lerik (veki lerik) bebas bicara bicara bebas dengan postingan “Ada yang mau ikut ko…pi teror kow entar malam tanggal 1 ktong pi bom..selamatkan tanggal 1 Januari… auo ktong rame2...”

Baca: Ratusan Warga Australia Terjangkit Borok Bakteri Pemakan Daging

Baca: Konser Amal Dewi Persik di Kodam XII Tanjungpura, Berhasil Kumpulkan Dana Rp 500 Juta Lebih

Baca: Tak Merasa Asing di Kalbar, Ini Kesan Firman Idol Pelantun Kehilangan Saat Jejaki Mempawah

Pelaku diduga melakukan penyebaran berita bohong dengan maksud untuk membuat resah masyarakat.

Telah dilaksanakan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi, serta telah diamankan Barang Bukti (BB) berupa 1 unit Hp Samsung.

Pelaku diduga melanggar pasal 45A ayat 1 jo pasal 27 UU No. 19 Tahun 2016 sebagai pengganti UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1M (Satu Miliar Rupiah). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Baca: Pidato Perdana Tahun 2019, Kim Jong Un Peringatkan AS

Baca: Sandiaga Uno Sumbang Rp 39,5 Miliar untuk Dana Kampanye Pilpres, Prabowo Beri Sumbangan Segini

Baca: KPU Sambas Akan Terima 15.292 Tenaga KPPS dan Keamanan, Ini Kata Ketua Rumah Pokja Demokrasi

Halaman
123
Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved