Dikira Terjadi Tsunami, Warga Kendawangan Panik dan Mengungsi Pada Malam Pergantian Tahun

Takut akan musibah tsunami melanda, warga Dusun Sungai Tengar Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan mengungsi

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Madrosid
Mainichi Shimbun, via Reuters
Tsunami di Jepang pada 13 Maret Tahun 2011 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Takut akan musibah tsunami melanda, warga Dusun Sungai Tengar Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi pada malam pergantian tahun (01/01/2019) sekitar pukul 01.15 Wib.

Warga beramai-ramai mengungsi baik dengan menggunakan roda empat maupun roda dua menuju Sukaria yaitu tempat yang dinilai lebih tinggi serta aman.

Kepala Dusun Sei Tengar, Aguslan Siregar membenarkan warganya mengungsi akibat air pasang laut.

Namun Aguslan tidak mengetahui info darimana datangnya akan ada tsunami menerjang dusunnya, sehingga warga panik keluar rumah untuk mengungsi.

Baca: Berbagai Kemajuan Sains Bakal Terjadi di 2019, NASA Luncurkan Parker Solar Probe ke Matahari

Baca: Buka Jilbab, Nikita Mirzani Sebut Alasannya Hingga Posting Kalimat Seperti Ini

"Entah info dari mana akan adanya Tsunami di daerah kami sehingga warga panik ada yang mengungsi ke dusun Sukaria ada lagi yang mengungsi ke perusahaan kebun BGA namun dalam hati saya ini isu yang tidak benar karena belum ada informasi resmi dari BMKG setempat," ujarnya.

Ia menambahkan, dirinya sendiri tidak ikut mengungsi karena pihak Polsek Kendawangan juga menginformasikan bahwa berita akan ada tsunami itu Hoax.

"Saya sendiri menilai air pasang laut pada malam itu dinilai masih wajar seperti tahun-tahun lalu namun diakuinya cuaca malam itu memang ekstrim karena hujan campur angin kencang dan petir melanda Sei Tengar," jelasnya.

Lebih lanjut Agus menyarankan warganya untuk kembali ke rumah masing-masing, dan Sekitar pukul 04.00 dini hari warga sudah mulai kembali ke rumah, namun ada juga yang masih bertahan yaitu yang mengungsi di perusahaan sawit BGA.

Melihat kejadian ini Aguslan berharap kepada pemerintah daerah khususnya BMKG untuk situasi seperti ini agar menginformasikan ke warga dengan update data terbaru terkait cuaca, karena dimaklumi masyarakat pesisir pantai sering dihantui bencana tsunami seperti yang terjadi di daerah lain.

"Seperti Lebak Banten tanpa ada peringatan tsunami terlebih dahulu dan memakan korban cukup banyak sehingga warga mengungsi ketika ada cuaca ekstrem melanda Dusun Sei Tengar," pungkasnya.

BMKG Pastikan Hoak

Isu adanya bencana Tsunami yang terjadi di Sungai Tengar Kecamatan Kendawangan sempat membuat warga melakukan pengungsian kedaerah yang menurutnya agak tinggi. Selasa (01/01/2019).

Kabar tersebut langsung dibantah oleh kepala Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Rahadi Oesman Ketapang, Aqil Ihsan.

"Untuk Tsunami adalah isu/hoax. Namun untuk gelombang tinggi, memang sekarang kondisi gelombang tinggi," tegas Aqil," Selasa (1/1/19).

Baca: Tingkatkan Situasi Kamtibmas, Polisi dan Tokoh Agama Jalin Kemitraan di Kecamatan Belitang

Baca: Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Sintang Tahun 2018 Meningkat 100 Persen

Diharapkannya, warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh isu terkait Tsunami karena hal tersebut adalah tidak benar.

"Warga yang melakukan pengungsian dipersilahkan kembali ke rumahnya masing-masing dan tetap waspada terhadap angin kencang dan gelombang tinggi saja," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved