Inilah Tahapan Rehabilitasi Pecandu Narkoba di RBM Bumi Khatulistiwa

Jangan sampai dikucilkan dan harus diberikan perhatian jangan sampai merasa didiskriminasi sehingga ia kembali menggunakan

Inilah Tahapan Rehabilitasi Pecandu Narkoba di RBM Bumi Khatulistiwa
TRIBUNFILE/IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - "Program rehabilitasi, banyak sekali amanah Undang-undang dan Peraturan Pemerintah lainnya yang mengamanahkan untuk merehap para pecandu dan korban Narkotika atau korban sebagai seorang penyalahgunaan Napza," terang Ketua RBM Bumi Khatulistiwa, M Zaini Yahya, Senin (31/12/2018).

"Terkadang dilapangan kita sering melihat status ambigu, pandangan aparat penegak hukum Kepolisian maupun Kejaksaan bahwa setiap yang tetangkap menggunakan Narkotika harus dibuktikan dengan Hakim bahwa dia pemakai, pecandu, pengedar maupun kurir. Sehingga pembuktian perlu waktu lama," tambah  M Zaini Yahya.

Baca: Amankankan Pergantian Tahun, Kapolres Pontianak Intruksikan Personel Pakai Rompi Cerah

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru 2019! Dari yang Kocak, Doa, Puitis hingga Bikin Haru

Banyak yang menganggap bahwa program ditempat rehabilitasi itu gagal, karena setelah klien mengikuti rehab dan keluar masih menggunakan lagi.

Ada beberapa faktor, untuk mencapai tujuan agar si klien ini clean atau total tidak pakai sama sekali setelah rehab, bahkan tujuannya jangankan Narkoba merokok saja tidak mau, itulah tujuan akhirnya, tetapi proses itu sangat sulit.

"Dalam proses pemulihan, mereka jatuh bangun sama juga dengan orang mengidap suatu penyakit yang melakukan bolak-balik di rumah sakit. Ini adalah penyakit yang menyerang saraf diotak, atau fisik sudah terganggu," jelas M Zaini Yahya

Walaupun setelah dilakukan rehabilitasi dan dia memakai lagi, itu bukan suatu kegagalan.

Masyarakat harus membedakan, antara pengedar, kurir, pecandu dan pemakai. Kalau masyarakat kita masih melihat pemakai ini dengan sudut pandang diskriminasi maka sampai kapanpun Pontianak tidak akan bersih dari pecandu Narkoba.

Apalagi akses untuk mendapatkan barang itu sangat mudah dan murah di Pontianak.

"Inilah menjadi catatan besar kita semua untuk tempat rehabilitasi, karena masih ada tempat yang mudah dan murah dalam mendapatkan barang tersebut (Narkoba). Sehingga aksesnya gampang, sebut saja di Beting,"tambah M Zaini Yahya.

Halaman
123
Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved