Di Kayong, Baru 30 Persen Warga yang Punya Sertifikat Tanah

Satu diantaranya karena masih banyak lahan warga yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).

Di Kayong, Baru 30 Persen Warga yang Punya Sertifikat Tanah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ADELBERTUS CAHYONO
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kayong Utara, Maswan Edysyah Putra. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kayong Utara, Maswan Edysyah Putra menyebut jumlah warga yang sudah mempunyai sertifikat tanah baru sekitar 30 persen.

Maswan menerangkan, masih rendahnya angka itu disebabkan oleh sejumlah hal.

Satu diantaranya karena masih banyak lahan warga yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).

Baca: Ratusan Warga Hadiri Penyerahan Sertifikat Tanah di Kayong Utara

Baca: Vigit Waluyo Menyerah Usai Jadi Buronan, Kasus Divonis Mahkamah Agung: Bukan Soal Mafia Sepak Bola

"Tumpang tindih dengan kawasan hutan (lindung)," kata Maswan usai acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Gedung Balai Nirmala, Sukadana, Senin (31/12/2018).

Menurut Maswan, permasalahan seperti itu hanya bisa diselesaikan dengan mengeluarkan terlebih dahulu lahan milik warga dari kawasan TNGP.

Dalam hal ini, Pemerintah Daerah memiliki peran penting untuk membantu masyarakatnya.

"Itu yang mengeluarkan itu siapa? Itu sekarang yang menjadi pertanyaan? Karena kalau sudah kawasan hutan (lindung), mau dikeluarkan oleh BPN enggak bisa," ujar Maswan.

Maswan lantas mengungkapkan, dalam pengurusan sertifikat tanah di BPN, biasanya hanya memakan waktu selama 90 hari bila persyaratannya lengkap.

"Tapi ingat itu tidak terjadi klaim, tidak masuk dalam kawasan hutan (lindung), jadi artinya lokasi tanah clear and clean," jelasnya.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved