Breaking News:

IPW Minta Tim Saber Pungli Polri dan Polda Banten Usut Pungli di Rumah Sakit Pada Korban Tsunami

Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Tim Saber Anti Pungli Mabes Polri dan Polda Banten harus segera menurunkan timnya

Penulis: Ramadhan | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Tim Saber Anti Pungli Mabes Polri dan Polda Banten harus segera menurunkan timnya untuk mengusut dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak rumah sakit kepada keluarga korban tsunami Selat Sunda di Banten.

Ind Police Watch (IPW) berharap, jajaran kepolisian tidak boleh membiarkan aksi pungli ini terjadi.

"Jika Polri dan Polda Banten membiarkannya, sama artinya jajaran kepolisian membiarkan keluarga korban dua kali kena bencana, yakni setelah kena bencana tsunami, ternyata masih kena bencana pungli oleh oknum rumah sakit," ujar Neta berdasarkan Rilis yang diterima Tribun, Jumat (28/12/2018).

Baca: Prediksi BMKG, Kayong Utara dan Kubu Raya Hujan Ringan Siang Ini

Baca: Hina Almarhumah Istrinya Dylan Sahara di Instagram, Ifan Seventeen Marah Cari Pemilik Akun Ini!

Neta menilai Aksi pungli dilakukan oknum rumah sakit ini, merupakan hal yang tidak baik. Ditengah banyak pihak yang memberikan bantuan untuk korban bencana.

"Aksi Pungli dari Rp 900 ribu hingga Rp 1,5 juta adalah sebuah kebiadaban. Di tengah banyak pihak mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana, ternyata ada oknum oknum rumah sakit yang memanfaatkan situasi, untuk melakukan pungli kepada keluarga," imbuhnya.

Neta mengatakan oknum-oknum seperti ini tidak boleh dibiarkan. Tim Saber Anti Pungli Mabes Polri dan Polda Banten harus segera turun tangan memburu dan segera menangkap para pelaku, yakni oknum rumah sakit tersebut.

"Polisi harus segera menyita semua kuitansi dana pungli yang dipungut pihak rumah sakit kepada keluarga korban. Dengan barang bukti ini polisi bisa segera menangkap semua pihak rumah sakit yang terlibat dalam aksi pungli tsb, untuk kemudian memprosesnya secara hukum," paparnya.

Baca: Perusahaan Pengalengan Nanas Mengajak Pemerintah Daerah Kalbar Mengembangkan Potensi Durian

Baca: Dina Target Tembus Skuad Timnas Indonesia di Pra Olimpiade

Neta mengungkapkan Polisi perlu bekerja cepat agar para korban tidak dua kali berlinang air mata dan para pelaku tidak menghilangkan barang bukti. Lalu mengumumkannya kepada publik, berapa banyak oknum rumah sakit yang terlibat pungli.

"Sebab Plt Kepala Rumah Sakit l, dr. Derajat Prawiranegara Sri Nurhayati sudah mengatakan seharusnya tidak boleh ada pungutan terhadap korban dan keluarganya," tegasnya.

Selain itu, lanjut Neta Bupati Serang Ratu, Tatu Chasanah yang mengakui dirinya sudah mendapatkan laporan adanya aksi pungli oleh oknum pegawai RSUD Drajat Prawiranegara tersebut.

"Kejahatan di tengah bencana ini tidak boleh dibiarkan. Selain itu pemerintah pusat dan daerah perlu juga menjelaskan, seberapa besar alokasi dana bencana alam, terutama untuk merawat dan mengurus para korban, sehingga tidak ada alasan lagi bagi pihak rumah sakit untuk memungut biaya terhadap korban bencana alam," pungkas Neta.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved