Dinas Peternakan Ketapang Suntik Mati Ratusan Anjing

Dia menjelaskan, selain di Marau, eliminasi anjing juga banyak dilakukan di Kecamatan Kendawangan. Di kecamatan ini, jumlah anjing liar

Dinas Peternakan Ketapang Suntik Mati Ratusan Anjing
Net
Ilustrasi rabies 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Mengantisipasi menyebarnya virus rabies, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Ketapang mengeliminasi ratusan anjing selama tahun 2018. Sudah 225 ekor anjing terpaksa disuntik mati. Kebanyakan anjing yang dieliminasi adalah anjing liar.

"Jumlah anjing yang paling banyak dieliminasi yaitu di Kecamatan Marau. Ada 84 ekor anjing terpaksa dibunuh karena dikhawatirkan menyebarkan virus rabies," kata Kepala Bidang Peternakan Dispernakbun Ketanah, Khairul Syahri, kemarin, Sabtu (22/12/2018).

Baca: Dinkes Ketapang Persiapkan Stok Vaksin Anti Rabies

Baca: PLN Ketapang Dilaporkan ke Ombudsman

Dia menjelaskan, selain di Marau, eliminasi anjing juga banyak dilakukan di Kecamatan Kendawangan. Di kecamatan ini, jumlah anjing liar terbilang cukup banyak.

"Di Kendawangan ada 50 ekor anjing disuntik mati. Yang dieliminasi ini hampir semuanya anjing liar," jelasnya.

Khairul mengungkapkan, khusus di Kendawangan terdapat 837 ekor anjing peliharaan. Jumlah tersebut sudah diberikan vaksin. Sementara anjing tak bertuan atau anjing liar, sebagian besar sudah dieliminasi.

Menurutnya, eliminasi ini dilakukan untuk mengantisipasi menyebarnya virus rabies. Karena selama ini virus rabies hampir semuanya ditularkan oleh anjing liar. Seperti kasus gigitan anjing liar beberapa waktu lalu di Kendawangan. Anjing liar yang dinyatakan positif mengidap rabies menggigit dua bocah yang sedang bermain di halamn rumah.

Di Kendawangan, kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) juga terbilang banyak. Hingga 17 Desember 2018, sudah ada 22 kasus gigitan anjing. Sementara untuk total GHPR di Ketapang mencapai 147 kasus.

"Tapi anjing yang menggigit dua bocah di Kendawangan kemarin kita eliminasi, karena mau diuji lab. Hasilnya positif rabies," paparnya.

Khairul memaparkan, pihaknya tidak hanya mengeliminasi. Pihaknya juga memberikan vaksin kepada anjing peliharaan. Ada 3.500 ekor anjing sudah diberikan vaksin anti rabies.

"Eliminasi dan pemberian vaksin masih terus dilakukan," pungkasnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved