Tiba Hari Natal, MUI Kalbar Tegaskan Larangan Ucapkan Selamat Natal Bagi Umat Islam

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat K.H. Basri Har menegaskan bahwa larangan mengucapkan Selamat Natal bagi umat Islam

Tiba Hari Natal, MUI Kalbar Tegaskan Larangan Ucapkan Selamat Natal Bagi Umat Islam
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DAVID NURFANTIO
Ketua Majelis MUI Kalbar, K.H. Basri Har (Tengah) bersama Ketua Bidang Ukhuwah MUI Kalbar, Muhammad Sani (Kiri), dan Ketua Sajadah Panjang, Munir HD (Kanan) saat press confrens, di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Jumat (21/12/2018) sore.  

Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat K.H. Basri Har menegaskan bahwa larangan mengucapkan Selamat Natal bagi umat Islam merupakan fatwa MUI.

Fatwa tersebut dikatakannya pernah dikeluarkan ketika organisasi tersebut yang dipimpin oleh Dr. Hamka.

"MUI di bawah kepemimpinan Bapak Dr. Hamka pernah mengeluarkan fatwa tentang larangan untuk mengucapkan Selamat Natal," ujarnya kepada awak media, di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Jumat (21/12/2018) sore.

Tidak mengucapkan Selamat Natal, lanjut Basri, bukan berarti umat Islam tidak toleran terhadap agama lain.

Selamat Natal dianggapnya lebih dari sekadar ucapan dan bertautan erat dengan akidah.

"Bukan berarti umat Islam tidak toleran. Ini soal akidah masing-masing agama. Jadi hal-hal seperti itu jangan terlalu dipaksakan," tegasnya.

Baca: 270 Peserta Pesepeda Ramaikan Event Cross Country Bike Open

Baca: Wolverhampton vs Liverpool 0-2: Video Cuplikan Gol Mohamed Salah Top Skor Liga Inggris

Akan tetapi, dirinya tidak melarang umat Islam untuk menghadiri acara seremonial yang berkaitan dengan Natal.

Namun, Ia menggaris bawahi acara yang hendak dihadiri umat Islam tidak boleh mengandung ritual peribadatan.

"Dalam perkembangan selanjutnya, maka ada semacam satu pilihan bahwa acara itu harus dibagi. Ada acara ritual dan ceremonial. Ketika umat Muslim diundang terkait secara seremonial, ya silakan. Tapi terkait ritual peribadatan, kita tidak boleh karena itu ibadah mereka," paparnya.

Pada kesempatan tersebut, pimpinan MUI Kalbar dua periode ini juga berharap tidak ada pemaksaan bagi para pemilik usaha kepada karyawannya untuk mengenakan pakaian atau atribut Natal.

Halaman
1234
Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved