Edi Kamtono Terapkan Sanksi Restoran Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram

Gas ini diperuntukan untuk usaha mikro yang omsetnya dibawah Rp800 ribu, tapi kalau restoran masih menggunakan ini sangat memprihatinkan

Edi Kamtono Terapkan Sanksi Restoran Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram
TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE
Edi Kamtono 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni 

TRIBUNPONTIANAK.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan saat ini beberapa restoran yang terkena razia dan ketangkap basah didapatkan gas elpiji 3 kilogram, akan diberikan teguran. 

Apabila masih saja melakukan pelanggaran maka sanksinya akan dipertegas, karena elpiji 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat tak mampu. 

Baca: Kejuaraan Voli NN Cup, Tuan Rumah NN B Melawan TB VAS

Baca: KPU RI Kukuh Coret OSO Sebagai Calon DPD Jika Tak Serahkan Surat Pengunduran Diri Dari Hanura

Edi menyampaikan Kelangkaan elpiji 3 kilogram, beberapa pekan terakhirsudah dibahas  bersama Pertamina. Berdasarkan data, distribusi yang disampaikan oleh pihak Pertamina, sudah berlebih. 

"Tapi karena ada disparitas harga sekitar Rp6-7 ribu antara elpiji bersubsidi dan non subsidi sehingga para spekulan dan pengusaha nakal membeli gas 3 kg ini untuk meraih keuntungan," ucap Edi Kamtono saat diwawancarai, Jumat (21/12/2018).

Elpiji  melon disebutnya khusus bagi masyarakat miskin, tapi masih digunakan oleh pihak restoran..

"Gas ini diperuntukan untuk usaha mikro yang omsetnya dibawah Rp800 ribu, tapi kalau restoran masih menggunakan ini sangat memprihatinkan," tegasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved