Serapan APBD Kalbar Posisi 2 Se-Nasional Per November 2018, Ini Kata Pengamat

Selain itu biasanya juga terkait dengan efesiensi pada kegiatan tertentu. Sehingga tidak semua dana yang tersedia terpakai habis.

Serapan APBD Kalbar Posisi 2 Se-Nasional Per November 2018, Ini Kata Pengamat
TRIBUNFILE/IST
Ali Nasrun Pengamat Ekonomi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Ekonomi sekaligus Akademisi Untan Pontianak, Ali Nasrun mengatakan melihat pada urutan di mana Provinsi Kalbar ada pada posisi ke dua terbaik se Indonesia tentulah hal tersebut patut kita apresiasi.

Hal itu menunjukkan cukup baiknya penyerapan anggaran di Kalbar.

Namun demikian ada baiknya tidak hanya melihat dari tingkat serapannya saja. Tapi juga distribusi dan dampak dari serapan tersebut terhadap perekonomian Kalbar sendiri.

Baca: Apresiasi Serapan APBD Kalbar Posisi Dua Se-Nasional Per November 2018, Ini Kata Kadisdikbud Kalbar

Baca: Ombudsman Kalbar dan UNU Kalbar Kerjasama Ajar Materi Pendidikan Anti Korupsi

Bagaimana distribusi serapan anggaran tersebut dapat berdampak besar bagi perekonomian rakyat. Itu yang saya pikir perlu dilihat lebih dalam.

Secara teoritis, memang semakin tinggi serapan anggaran asumsinya juga akan semakin baik. Tapi memang ada kalanya pemenuhan serapan anggaran sampai 100 persen itu sulit direalisasikan

Sebagai contoh misalnya ada anggaran untuk bencana, yang mana itu hanya bisa diserap jika terjadi kondisi bencana. Jika tidak, maka anggaran itu pastinya tidak akan terpakai meskipun pos anggarannya sudah disediakan dengan besaran tertentu.

Selain itu biasanya juga terkait dengan efesiensi pada kegiatan tertentu. Sehingga tidak semua dana yang tersedia terpakai habis.

Karena itu terpenting adalah semua kegiatan, proyek atau program yang dicanangkan bisa terlaksana dan terselesaikan semuanya. Sehingga tidak terserapnya anggaran yang nantinya menjadi sisa lebih penggunaan anggaran itu tidak bermasalah secara prinsip.

Yang jelas, penyerapan anggaran yang baik tentunya menjadi satu hal uang sangat penting bagi daerah itu sendiri. Terutama jika kita melihat dari mata anggaran yang sudah terserap dan mana yang tidak atau belum terserap secara baik.

Baca: Gubernur Sutarmidji Bawa Pemprov Kalbar Peringkat 2 Nasional Realisasi APBD 2018, Terbaik Kalimantan

Baca: Bupati Ketapang Dorong Percepatan Penyerapan APBD Tahun 2019

Setiap pengeluaran pemerintah pastinya punya pengaruh terhadap perekonomian atau yang biasa disebut multiplier effect. Baik belanja langsung maupun belanja tidak langsungnya.

Itu juga yang menjadi alasan kenapa pada banyak wilayah, konsumsi pemerintah berperan penting menopang pertumbuhan ekonomi daerahnya. Selain tentunya juga sektor konsumsi masyarakat yang menjadi komponen penting lainnya.

Untuk gambaran di 2019 nanti, saya kira kita bisa menatapnya lebih optimis. Walaupun 2019 nanti banyak momentum politik, ancang-ancang ke arah sana saya pikir sudah cukup baik.

Ada dua catatan terpenting. Pertama adalah bagaimana kita bisa menjaga kondusifitas di tengah keadaan yang rentan di momen politik nanti.

Ke dua, perlu belajar pada kondisi di 2018 saat ini. Artinya, nantinya pemerintah daerah perlu membuat skala prioritas untuk proyek-proyek dan program yang bisa benar-benar berdampak, sehingga multiplier effectnya bisa lebih optimal. 

Penulis: Ishak
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved