Dari Babi Asal Malaysia Hingga Trenggiling, Ini Sejumlah Kasus Sepanjang Desember di Polres Sanggau

Adapun kasus yang diungkap, pada 4 Desember 2018 di Jl Lintas Malindo, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, diamankan dua orang

Dari Babi Asal Malaysia Hingga Trenggiling, Ini Sejumlah Kasus Sepanjang Desember di Polres Sanggau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi didampingi Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Haryanto saat menggelar press release pengungkapan kasus yang diungkap jajaran Polres Sanggau dari 1 hingga 17 Desember 2018. Kegiatan berlangsung di aula Mapolres Sanggau, Senin (17/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi didampingi Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Haryanto menggelar press release pengungkapan kasus yang diungkap jajaran Polres Sanggau dari 1 hingga 17 Desember 2018. Kegiatan berlangsung di aula Mapolres Sanggau, Senin (17/12/2018).

Kasus yang diungkap diantaranya, perkara perlindungan konsumen, perkara pangan, perkara karantina hewan, ikan dan tumbuhan serta perkara kebapebeanan. 

Baca: Disdukcapil Sanggau Musnahkan 42.656 Keping KTP Rusak dan Invalid

Baca: Pemusnahan Ribuan Keping KTP Yang Rusak Dan Invalid di Sanggau

Dari pengungkapan itu, sejumlah barang bukti dari sisik tenggiling, minuman keras dan daging diamankan. Selain itu juga beberapa orang tersangka juga diamankan di Polres Sanggau.

“Dari tanggal 1 hingga 17 Desember 2018, kita berhasil mengungkap sejumlah kasus. Diantaranya terkait perkara perlindungan konsumen, pangan, karantina hewan, ikan dan tumbuhan serta perkara kepabeanan,” kata Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi, Senin (17/12/2018).

Adapun kasus yang diungkap, pada 4 Desember 2018 di Jl Lintas Malindo, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, diamankan dua orang yang mengemudikan kendaraan jenis toyota kijang KB 1288 D dan KB 1251 HL dari Malaysia menuju Sekayam.

“Saat diperiksa petugas, dua orang tersebut kedapatan membawa 7 ekor babi asal Malaysia dengan berat seluruhnya 840 kilogram. Babinya sudah dalam keadaan mati. Dan pelaku tidak bisa menunjukan dokumen tentang masuknya hewan tersebut berupa surat sertifikasi kesehatan dari negara asal, surat berupa tindakan dari karantina, sehingga kedua pelaku masing-masing AJ dan DY berikut mobil dan 7 ekor babi kita amankan,” katanya.

Kapolres menjelaskan, aktivitas tersebut sudah berlangsung sekitar lima tahun. Mereka memberi alasan kepada petugas yang ada di PLBN Entikong bahwa babi tersebut untuk kegiatan atau acara masyarakat lokal dengan menggunakan fasilitas KILB, sehingga petugas percaya.

“Namun dari hasil penyelidikan kami, masuknya babi asal Malaysia tersebut adalah untuk tujuan bisnis, diperdagangkan kepada masyarakat luas, bahkan aktivitas tersebut hampir setiap hari dilakukan pelaku. Dua pelaku sudah kita amankan dan barang bukti juga sudah kita musnahkan,” tegasnya.

Kemudian, Pada 5 Desember 2018, polisi juga mengamankan daging dan barang lainnya yang berasal dari Malaysia. pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang diperoleh petugas bahwa Toko MB milik HS masih menjual daging dan barang lainnya asal Malaysia.

Halaman
123
Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved