RSUD dr Rubini Mempawah Miliki 66 Tenaga Harian Lepas, Ini Penjelasan Direktur Rumah Sakit

Terkait perekrutan pegawai yang berstatus THL, David memaparkan bahwa pihaknya mengutamakan warga yang berdomisili di Kabupaten Mempawah.

RSUD dr Rubini Mempawah Miliki 66 Tenaga Harian Lepas, Ini Penjelasan Direktur Rumah Sakit
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
David Sianipar, Direktur RSUD dr. Rubini Mempawah. 

Laporan wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Rubini Mempawah dr. David Sianipar mengungkapkan bahwa di RS yang ia pimpin terdapat 66 tenaga Kesehatan yang berstatus Tenaga Harian Lepas (TLH)

66 TLH ini terdiri dari Dokter, Bidan, Perawat, Analis, Apoteker dan bidang kesehatan lainnya.

Baca: DPRD Kalbar Angkat Bicara Terkait Sejumlah Perawat Profesional di PHL-kan Rumah Sakit

Baca: RSJ Kalbar Tak Miliki Perawat Pekerja Harian

"2 orang Dokter yang statusnya TLH ini, sisanya itu ada perawat, Bidan, Analis, apoteker, ada perekam medis, ada bagian elektro medis,"tuturnya saat di temui Tribun di ruangan nya, Senin (17/12/2018)

Iapun Mengungkapkan bahwa di RS dr. Rubini yang ia pimpin, Pegawai yang berstatus TLH di bayar per-shif, hanya profesi dokter dan apoteker saja yang bayarkan dengan gaji perbulan, dengan anggaran pembayaran dari Pemda Mempawah.

"Dokter dia perbulan, ada juknisnya, kalau THL yang lain pershif, apoteker juga perbulan,"ungkapnya.

Untuk Tenaga Kesehatan dengan pendidikan D3 pershif mendapatkan gaji Rp 100 ribu, dan untuk tenaga kesehatan berlatar belakang S1 akan di bayarkan dengan Rp 150 ribu rupiah. 

Namun, dalam hal ini, pihak Rumah Sakit hanya mampu membayar kan maksimal gaji pegawai yang berstatus TLH sebanyak 15 kali Shif, dan David pun mengakui bahwa tak jarang para pegawai THL bekerja lebih dari 15 Shif.

"Hitungannya hitungan piket, kayak perawat yang D3, sekali piket dia 100 ribu, terus dia satu bulan berapa kali piket, cuman kami hanya mampu membayar mereka untuk 15 kali piket di 2018 ini, maksimal yang bisa dibayar, walaupun faktanya dia kadang kerja ada yang piket sampai 16, 17 kali piket sebulan,"ungkapnya.

"Tapi tahun 2019, saya ada penambahan anggaran, jadi saya bisa bayar mereka sampai 18 Shif,"timpalnya.

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved