DPRD Kalbar Angkat Bicara Terkait Sejumlah Perawat Profesional di PHL-kan Rumah Sakit

Para perawat profesional itu direkrut sebagai tenaga non-honorer dengan upah Rp 25 ribu per hari.

DPRD Kalbar Angkat Bicara Terkait Sejumlah Perawat Profesional di PHL-kan Rumah Sakit
TRIBUNPONTIANAK/Ridho Panji Pradana
Anggota Komisi V DPRD Kalbar, Mad Nawir. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, H Mad Nawir angkat bicara terkait kenyataan sejumlah rumah sakit Kota Pontianak yang terapkan sistem Pegawai Harian Lepas (PHL) pada tenaga perawat profesional.

Para perawat profesional itu direkrut sebagai tenaga non-honorer dengan upah Rp 25 ribu per hari.

“Saya sangat prihatin akan permasalahan ini. Tenaga profesional perawat lebih kecil dari gaji tukang cuci pakaian,” ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak, Senin (17/12/2018).

Baca: TRIBUNWIKI: Daftar Rumah Sakit di Kota Pontianak, Lengkap Alamat dan Nomor Telepon

Baca: Honor Perawat RSUD Abdul Aziz Rp 1.350.000

Fakta ini, kata dia, menunjukan pemerintah tidak ada perhatian yang cukup pada profesi keperawatan.  

“Kondisi ini sungguh menyedihkan,” katanya.

Ia menimpali seharusnya pihak rumah sakit memikirkan nasib para tenaga profesional perawat.

Rumah sakit harus punya mindset memikirkan para perawat profesional seperti pasien yang dilayani.

“Jika kita berharap pasien bisa lekas sembuh dari penyakitnya, maka sudah seharusnya kita juga berharap mereka (perawat profesional_red) bisa lepas dari kesulitan ekonominya,” terangnya.

Ke depan, ia berharap pemerintah dan rumah sakit dapat mencari solusi guna atasi permasalahan ini. Mad Nawir memberikan beberapa solusi yang bisa jadi alternatif untuk problem itu,.

“Pertama, saran saya gaji mereka disesuaikan setidaknya sama dengan Upah Minimum Regional (UMR), itu minimalnya. Kedua, pada dasarnya mereka semua ingin diangkat jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saya berharap mereka yang sudah mengabdi lebih dari 5 tahun mendapat prioritas untuk jadi PNS,” tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved