Bocah Tenggelam

BREAKING NEWS: Bocah 7 Tahun di Sekadau Tewas Tenggelam

Awalnya korban yang bernama Rifianuraeni (7) bersama tiga temannya bermain di sekitar jalan yang tergenang banjir.

BREAKING NEWS: Bocah 7 Tahun di Sekadau Tewas Tenggelam
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Lokasi bocah Rifianuraeni (7) tenggelam hingga tewas, Senin (17/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Seorang bocah perempuan ditemukan tenggelam di rawa-rawa usai bermain bersama teman-temannya, tepatnya di Jl. Abadi Gang Abadi Bersama Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir.

Kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU M. Ginting menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/12/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca: Kecelakaan Maut di Sekadau Hilir, Kapolres Beberkan Kronologinya Yang Tragis

Baca: BREAKING NEWS - Suami Istri Jadi Korban Pembacokan di Siantan, Tersangka Alami Hal Ini

Jenazah korban tenggelam telah berada di rumahnya, Jl. Abadi Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir, Senin (17/12/2018)
Jenazah korban tenggelam telah berada di rumahnya, Jl. Abadi Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir, Senin (17/12/2018) (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI)

Dari keterangan saksi, kata dia, awalnya korban yang bernama Rifianuraeni (7) bersama tiga temannya bermain di sekitar jalan yang tergenang banjir.

"Dari gang sebelah dengan ketinggian rata-rata dagu korban, kemudian berjalan dengan maksud menembus gang yang sebelahnya, di tengah perjalanan korban terpeleset, dimana jalan yang dilalui merupakan jalan berbahan beton dan disebelah jalan adalah rawa," ujar Ginting.

Ia melanjutkan, karena korban tidak bisa berenang, korban akhirnya tenggelam dan ke 3 orang temannya tidak bisa menolong, kemudian mencari bantuan.

Kemudian teman korban menyampaikan kepada Ria bahwa korban tenggelam di dekat rawa seberang.

Mendengar hal tersebut, Ria langsung mencari korban di sekitar tempat korban tenggelam dengan menggunakan kakinya.

Namun nahasnya, saat didapatkan oleh Ria, tubuh korban sudah dalam keadaan tubuh mulai membiru dan perut sudah mengembang.

Anggota polisi yang mendapat informasi tersebut langsung tiba di lokasi, dan mencoba membantu dengan cara menepuk dada serta menunggingkan korban namun tidak ada reaksi.

"Korban kemudian dibawa oleh pihak keluarga ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawa korban sudah tidak dapat tertolong lagi," ungkap Ginting.

Kemudian jenazah korban kembali dibawa kerumah, karena korban sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Korban juga sudah diserahkan penuh kepada pihak keluarga korban. 

Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak:

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved