Sekjen PBB Antonio Guterres Dorong Penyelidikan Kredibel Atas Tewasnya Jurnalis Jamal Khashoggi

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyerukan agar dilakukannya penyelidikan yang kredibel terhadap kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi

Sekjen PBB Antonio Guterres Dorong Penyelidikan Kredibel Atas Tewasnya Jurnalis Jamal Khashoggi
Shutterstock
Jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi (ALI HAIDER / EPA-EFE / REX / Shutterstock) 

Sekjen PBB Antonio Guterres Dorong Penyelidikan Kredibel Atas Tewasnya Jamal Khashoggi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, DOHA - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyerukan agar dilakukannya penyelidikan yang kredibel terhadap kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Guterres menegaskan, penyelidikan yang kredibel dibutuhkan diperlukan guna menjatuhkan hukuman yang pantas bagi semua pihak yang bersalah.

"Sangat penting untuk dilakukan penyelidikan yang kredibel dalam rangka menentukan hukuman bagi mereka yang bersalah," kata Guterres dalam konferensi di Doha, Minggu (16/12/2018).

Pemimpin organisasi PBB itu mengatakan, penyelidikan yang kredibel diperlukan karena selama ini informasi yang datang soal kasus Khashoggi hanya didapat dari laporan media.

Jamal Khashoggi, seorang jurnalis asal Arab Saudi, dilaporkan hilang pada 2 Oktober setelah memasuki konsulat di Istanbul. 

Baca: Polsek Tayan Hilir Buru Pelaku Pembakaran Rumah di Tayan Hilir, Ini Identitasnya

Baca: Jadwal Live Streaming Liverpool Vs Manchester United di RCTI Pukul 23.00 WIB

Baca: BREAKING NEWS - Anak Sengaja Bakar Rumah Orangtua Sendiri di Sanggau, Kapolsek Beberkan Kronologi

Beredar kabar setelahnya bahwa Khashoggi telah dibunuh dan jenazahnya dimusnahkan dengan larutan asam.

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan kebenaran kasus pembunuhan yang terjadi dan mengatakan telah menahan 21 orang terkait kasus itu.

Namun mereka menolak mengekstradisi para tersangka ke Turki.

Ankara telah membahas kemungkinan dilakukannya penyelidikan oleh PBB terhadap kasus Khashoggi, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu.

Halaman
12
Editor: Rihard Nelson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved