Program PUSPA Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kalbar

Ia juga menerangkan, bahwa kegiatan ini dilalakukan dalam upaya perubahan di suatu daerah yang dianggap memiliki potensi kekerasan

Program PUSPA Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MAUDY ASRI GITA UTAMI
Asisten deputi partisipasi lembaga profesi dan usaha KPPA pusat, Sri Prihantini Wijayanti yang menghadiri program PUSPA di Kalimantan Barat, Minggu (16/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Maudy Asri Gita Utami

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Forum PUSPA (partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak) dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) Republik Indonesia mengadakan program 'Three Ends' serentak di seluruh Indonesia yang kini dilaksanakan di Kampung YUKA jalan Komyos Sudarso, Kota Pontianak, Minggu (16/12/2018).

Salah satu program yang dirancang bersama dengan warga masyarakat khususnya wilayah lokus PUSPA Kalbar yaitu di perkampungan YUKA, kelurahan Sei Beliung, Kota Pontianak adalah dengan memperkuat kampung three ends dalam pengembangan karakter anak dan pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis masyarakat.

Baca: Hadiri Grand Opening Ceremony Pondok Ale-Ale, Ini Menu Pilihan Sutarmidji

Baca: Edi Kamtono Akui Kuliner Jadi Penopang Sub Sektor Ekonomi Kreatif Kalbar

"Kementrian memberikan bantuan kepada puspa sebagai mitra untuk memperbaiki diri terhadap perubahan yang lebih baik, " ujar asisten deputi partisipasi lembaga profesi dan usaha KPPA, Sri Prihantini Wijayanti.

Ia juga menerangkan, bahwa kegiatan ini dilalakukan dalam upaya perubahan di suatu daerah yang dianggap memiliki potensi kekerasan yang memerlukan binaan dari KPPA.

"Selama pembinaan, mereka butuh wadah, wadah yang menjadi apa keinginan yang bisa diciptakan bersama, misalnya anak butuh fasilitas untuk kesenian, berikan mereka fasilitas itu dan arahan serta kaum perempuan yang butuh pembinaan juga berikan mereka wadah," pungkasnya.

Lanjutnya diadakan program PUSPA juga mengajak masyarakat dan remaja dalam melakukan perubahan kearah positif dan tentunya menjadi suatu nilai yang berharga untuk dilakukan dan keluar dari sebuah polemik yang selama ini banyak menindas kaum perempuan dan anak.

Tujuannya agar, mengubah pola pemikiran masyarakat yang memiliki banyak masalah agar semakin luas cara pandangnya menanggapi sesuatu hal, dan tujuan dari program KPPA juga menurunkan angka kekerasan disuatu wilayah khususnya kalimantan barat, ujarnya.

Bantuan perubahan juga dilakukan agar three ends ini bisa tercapai, dan kota madya yang layak anak di kota pontianak.

Tidak lupa pemberdayaan perempuan seperti melakukan kegiatan positif yaitu pemberdayaan lingkungan, pemberdayaan dunia fashion dan pemberdayaan dunia memasak.

Ia menerangkan, program puspa akan terus dilihat dan dipantau oleh banyak pihak, karena kegiatan ini akan terus ditinjau oleh pemerintah untuk melihat bagaimana angka rasio kekerasan semakin menurun atau bertambah, pungkasnya.

Sri Prihantini juga berharap semoga setiap deklarasi dari program pemberdayaan semakin banyak agar berkurangnya kekerasan terhadap anak dan perempuan, berkurangnya angka kriminal, bagaimanapun konten deklarasi yang diinginkan dari pihak yang ingi perubahan yang lebih baik, paparnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved