Ketum PSSI Edy Rahmayadi Kembali Salahkan Wartawan Atas Terdegradasinya PSMS Medan, Kok Bisa?

Klub kebanggaan masyarakat Kota Medan, PSMS Medan terdegradasi ke Liga 2 Indonesia pada musim mendatang. Kepastian terdengradisnya PSMS Medan

Ketum PSSI Edy Rahmayadi Kembali Salahkan Wartawan Atas Terdegradasinya PSMS Medan, Kok Bisa?
Tribun Medan
Kolase Foto Edy Rahmayadi dan supporter PSMS yang ditamparnya 

Ketum PSSI Edy Rahmayadi Kembali Salahkan Wartawan Atas Terdegradasinya PSMS Medan, Kok Bisa?

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEDAN - Klub kebanggaan masyarakat Kota Medan, PSMS Medan terdegradasi ke Liga 2 Indonesia pada musim mendatang. 

Kepastian terdengradisnya PSMS Medan setelah hanya menempati peringkat terakhir dengan koleksi 37 poin dengan catatan 19 kekalahan dan hanya menang di 11 pertandingan.

Capaian ini ternyata disoroti Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sebagai buah dari pemain, suporter dan kembali lagi soal wartawan. 

Edy Rahmayadi yang juga Ketua Umum PSSI ini  kembali dengan tegas menyalahkan wartawan setelah PSMS Medan terdegradasi ke Liga 2.

Edy Rahmayadi mengungkapkan pihaknya akan melakukan introspeksi diri dan evaluasi untuk menghadapi musim depan.

"Introspeksi diri, evaluasi, dan perbaiki untuk ke depan. Seluruhnya harus dievaluasi. Yang pertama pemainnya, kedua suporternya," kata Edy di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, seperti dilansir BolaSport.com dari Tribun Medan, Sabtu (15/12/2018). 

Baca: Kapten Liverpool Henderson Isyaratkan Tak Akan Beri Tempat Bagi Manchester United untuk Bangkit

Baca: Hadapi Manchester United, Jurgen Klopp Berpeluang Pecahkan Rekor Dibuat Tahun 2008

Baca: BREAKING NEWS: Heboh! Pria di Serdam Ditemukan Tewas Tergantung, Korban Sempat Titip Pesan

Edy Rahmayadi tampak pasang badan terhadap pengurus dan manajemen PSMS seusai tim berjuluk Ayam Kinantan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

Kemudian, mantan Pankostrad ini juga menyesalkan sikap suporter yang sudah merugikan tim bahkan manajemen keuangannya sendiri. 

"Untuk suporter, bayangkan bulan ini (Desember) saya harus bayar Rp 900 juta karena terkena sanksi. Bayangkan kalau Rp 900 juta dibelikan vitamin, bagus itu untuk pemain," katanya.

Halaman
12
Editor: Rihard Nelson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved