Nasib Honorer di Sambas, Andrias: Kami Juga Perjuangkan Status Kawan-kawan

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas Andrias mengatakan, pihaknya selaku dinas yang menaungi tenaga Kesehatan

Nasib Honorer di Sambas, Andrias: Kami Juga Perjuangkan Status Kawan-kawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Ratusan Anggota Forum Tenaga Honorer Bergerak, Tenaga Kesehatan Kabupaten Sambas saat berada di aula Kantor Bupati Sambas, untuk melaksanakan Audiensi dan Konsolidasi, Jum'at (14/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas Andrias mengatakan, pihaknya selaku dinas yang menaungi tenaga Kesehatan juga memikirkan dan memperjuangkan aspirasi para tenaga honorer.

Untuk itu, ia meminta agar para tenaga Honorer Bergerak tetap bekerja sesuai dengan tugasnya sembari menunggu langkah apa yang bisa di ambil untuk status para Tenaga Honorer Kesehatan tersebut.

"Kami juga memikirkan dan memperjuangkan statusnya kawan-kawan, dan anak-anak kami. Untuk itu, saya minta agar tetap semangat dalam bekerja," ujarnya, Jum'at (14/12/2018).

Ia menjelaskan, yang hadir hari ini dalam Konsolidasi dan Audiensi bersama Pemerintah Daerah di Aula Kantor Bupati Sambas tadi pagi adalah pahlawan kesehatan.

Baca: Honorer di Sambas Setiap Dihantui Rasa Takut, Mufida: Kami Minta Kejelasan Status

Menurutnya, yang mana mereka telah berperan dan berprestasi dalam meningkatkan Indeks Prestasi Manusia (IPM) serta meningkatkan kualitas kesehatan dan menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sambas.

Oleh karenanya, Andrias menegaskan bahwa pihaknya tetap memperhatikan dan berjuang untuk mencari solusi dari tuntutan para Tenaga Honorer Kesehatan.

"Kami (Dinkes) bukan tidak memperhatikan, akan tetapi pengangkatan dan lainnya harus dilakukan secara bertahap. Dan tidak bisa dilakukan secara sekaligus," tegasnya.

"Kita ada regulasi dari atas (Pemerintah pusat). Oleh karenanya tidak bisa juga dipaksakan," tambahnya.

Sementara itu, menanggapi masalah Tenaga Kesehatan Honorer Daerah (Honda) dan BLUD yang meminta untuk tidak diturunkan status dan lain sebagainya.

Andrias tegas mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan evaluasi dan monitoring. Untuk itu, ia meminta agar bekerja dengan baik di setiap Puskesmas dan Rumah Sakit ditempatnya bertugas.

"Menyangkut yang Honda dan BLUD, meminta jangan di turunkan statusnya, pada dasarnya kami di Dinkes melakukan evaluasi dan kontraknya juga dilakukan pertahun," katanya.

"Oleh karenanya untuk mempertahankannya juga harus di tunjukkan dengan sikap dan perilaku yang baik di Puskesmas dan di Rumah Sakit," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved